Jenazah korban Pasha disemayamkan dirumah duka.(Foto : Team BlitarTIMES)
Jenazah korban Pasha disemayamkan dirumah duka.(Foto : Team BlitarTIMES)

Pasha Reza Harisudin (7) warga Dusun Sukorejo, Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dilaporkan hilang, Sabtu (15/2/2020) sore. 

Korban hilang setelah hanyut terbawa arus sungai sudetan lahar di daerah tersebut. 

Setelah melakukan pencarian semalaman, bocah malang itu akhirnya ditemukan. 

Namun sayang, dia ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di daerah Gogodeso, Kecamatan Kanigoro.

Kasubag Humas Polres Blitar Kompol Misdi mengatakan, korban awalnya mengaji seperti biasanya. 

Namun hingga magrib korban tak kunjung pulang. 

Orang tuanya lalu menanyakan keberadaan korban pada dua temannya yang ngaji di masjid yang sama.

"Dari teman-temannya ini diketahui jika setelah pulang mengaji mereka main dulu di sungai sudetan aliran lahar. Nah, disana korban ternyata berenang. Namun ternyata tidak muncul lagi ke permukaan. Hingga teman-teman korban meninggalkan begitu saja tanpa melaporkan kejadian ini ke orang yang lebih dewasa," tutur Kompol Misdi, Minggu (16/2/2020).

Orang tua korban kemudian mencari keberadaan anaknya di lokasi yang dimaksud. 

Saat mencari orang tua korban hanya menemukan sepeda dan baju korban. 

Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke  Polsek Kanigoro.  

Dibantu koramil dan anggota BPBD petugas kepolisian  langsung melakukan pencarian.

"Semalam langsung dilakukan upaya pencarian. Namun upaya pencarian kami hentikan ketika kondisi sudah malam dan korban belum ditemukan," imbuhnya.

Upaya pencarian kembali diteruskan tadi pagi dan membuahkan hasil. 

Sekitar pukul 08.00 WIB, jasad bocah itu ditemukan sejauh sekitar 1,5 km arah barat dari lokasi kejadian. Atau aliran sungai yang masuk wilayah Desa Gogodeso. 

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Kanigoro yang didampingi oleh Kapolsek Kanigoro, ditemukan luka gores pada kepala, wajah (dahi, hidung, mulut, pipi,).

"Tidak ditemukan tanda tanda luka akibat kekerasan. Namun ada luka yang dimungkinkan akibat benturan saat korban tenggelam. Jenazah langsung kami bawa ke rumah duka dan dimakamkan," pungkasnya.(*)