Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui di Hotel Ubud. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui di Hotel Ubud. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Kasus bullying atau perundungan yang terjadi di salah satu SMP negeri di Kota Malang menjadi tamparan keras untuk insan pendidikan di Kota Malang. Tak terkecuali Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji merasa perlu melindungi pelapor kasus bullying. Maka dari itu, ke depan, Pemkot akan membuat Peraturan Walikota (Perwal) Mekanisme Komplain. Perwal ini dibuat agar korban bullying bisa terlindungi.

"Bagaimana anak yang komplain, anak yang lapor, itu juga terlindungi. Sementara saya khawatir dia tidak ada keberanian untuk melapor karena nanti kan diceng (diintimidasi, Red) oleh guru, diceng oleh lembaga (sekolah) dan ini yang tidak kita inginkan. Sehingga nanti dia menjadi korban lagi karena ketika melapor dia diintimidasi," ujar Sutiaji, Senin (10/2/2020).

Sementara, kondisi korban MS, korban bullying salah satu SMP negeri di Kota Malang, saat ini sudah semakin membaik.

"Saya sudah berkoordinasi dengan direktur rumah sakit bahwa perkembangannya cukup menggembirakan. Saya juga konfirmasi ke orang tuanya, dalam hal ini pamannya, yaitu Taufik. 'Alhamdulillah Pak, semakin bagus. Tinggal persoalan kita adalah mungkin kejiwaan," tutur Sutiaji.

"Menurut medis mestinya besok sudah bisa pulang," imbuhnya.

Dalam hal kejiwaan, menurut Sutiaji, instrumennya memang banyak dan fluktuatif karena banyak hal memengaruhi. Maka dari itu, ada pendampingan dari banyak lembaga dalam pemulihan psikis korban.

"Didampingi dari psikolog, dari pendidikan juga ada, dari Peran Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA), Dinas Sosial, dan Perlindungan Anak dan KB itu juga melakukan pendampingan," bebernya.

Pendampingan tersebut, kata Sutiaji, dilakukan tidak hanya ke korban saja, melainkan termasuk juga pelaku.

Siang tadi (Senin, 10/2/2020), bertempat di Hotel Ubud, Sutiaji juga mengumpulkan 2 komponen pendidikan, yakni wali murid dan guru. Dalam pertemuan itu, Sutiaji menyampaikan, komunikasi antara lembaga dengan orang tua harus dijaga. 

"Komunikasi lembaga dengan orang tua harus dijaga. Sehingga harapannya kejadian kemarin tidak terulang lagi," ucapnya kepada awak media.