Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Dugaan kasus perundungan atau bullying yang menimpa siswa berinisial MS di SMPN 16 Kota Malang memicu perbincangan publik. 

Beragam aksi juga dilakukan masyarakat untuk menyerukan penumpasan aksi yang dianggap tak layak dilakukan di lingkungan sekolah itu. Mulai dari doa bersama hingga penandatanganan petisi menuntut keadilan dari sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Malang atas kejadian tersebut.

Kasus-kasus kekerasan memang bukan hanya sekali saja terjadi di Kota Malang. Karena itu, mengantisipasi adanya sikap tak bertanggung jawab dan kelalaian pengawasan itu, Pemkot Malang meminta semua sekolah menambah CCTV.

Hal itu guna mencegah adanya aksi bullying dan pihak sekolah dinilai bisa memberikan pengawasan secara maksimal selama 24 jam penuh. "Kami terus berupaya untuk itu dan ini tantangan buat kami. Kami minta juga tempat-tempat bukan hanya di kelas saja yang terpasang CCTV," ujar Wali Kota Malang Sutiaji, saat ditemui Senin (10/2)

Dijelaskan, tempat lainnya juga perlu monitoring lebih ketat dari pihak sekolah. Seperti area di luar kelas yang kerap digunakan oleh pelajar bermain di lingkungan sekolah. Sehingga, pemantauan pengawasan siswa bisa lebih jelas dan akurat dilakukan. 

"Di tempat-tempat yang sekiranya perlu monitoring. Karena kepala sekolah ini kan supervisor, baik di kelas maupun di luar kelas. Sehingga ada pengawasan 24 jam apa yang ada proses di sekolah, baik setelah ataupun saat sekolah, semuanya bisa diketahui secara akurat," tandasnya.