Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Seiring merebaknya dugaan kasus perundungan atau bullying terhadap siswa berinisial MS di SMP 16 Kota Malang, tingkat pengawasan sekolah disoroti. Pasalnya, sekolah yang harusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman dalam proses pembelajaran.

Tak ingin kejadian pembullyian di sekolah berujung kekerasan terulang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal ikut memantau pengawasan di sekolah. Rencananya, Wali Kota Malang Sutiaji sendiri yang akan melakukan kunjungan ke setiap sekolah.

"Ada atau tidaka da kejadian ini, sebetulnya kami sudah ada agenda. Mulai hari ini, kami langsung terjun ke lapangan, nanti di jadwal untuk bertemu dengan kepala sekolah, guru dan komite sekolah," ujar Sutiaji  saat ditemui, Senin (10/2).

Rencananya setiap minggu akan berlangsung Senin, Selasa, dan Rabu. Nantinya, pemantauan ini sebagai salah satu bentuk untuk mengetahui seberapa jauh komunikasi pihak sekolah bersama dengan orang tua murid, dan jaminan kenyamanan bagi siswa.

"Karena waktunya biar intens, nanti setiap Senin, Selasa, Rabu sampai seterusnya kami akan bertemu secara langsung. Bagaimana interasi sekolah dengan orang tua ini benar-benar terjalin bagus. Dan bagaimana jaminan anak sekolah itu nyaman harus ada kepastian," imbuhnya.

Sebelumnya, pemkot bakal membenahi peraturan daerah (perda) pendidikan. Nantinya ada sistem pengaduan khusus. Sehingga baik siswa maupun orang tua murid memiliki akses melayangkan protes kepada pihak penanggung jawab sekolah.

"Kami akan lihat perda juga. Kalau memang perlu perwal untuk mekanisme komplain itu. Dan bagaimana proses belajar mengajar bisa bagus terus akan kita lakukan," pungkasnya.