Suasana Joyo Agung Market yang merupakan pasar pintar di Kota Malang (Hendra Saputra)
Suasana Joyo Agung Market yang merupakan pasar pintar di Kota Malang (Hendra Saputra)

Era digital saat ini tidak bisa dipisahkan manusia, karena perkembangan teknologi semakin hari akan semakin meningkat. 

Dan hal tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang memanfaatkannya sebagai alat bertransaksi.

Di Kota Malang sendiri saat ini sudah mempunyai Pasar Rakyat yang dikelola dan dipasarkan ala milenial. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi sudah saatnya memanjakan masyarakat khususnya di daerah.

Tapi jangan salah, pengelolaan dan pemasaran secara milenial ini bukan seperti yang pasar atau toko modern yang sudah banyak merebak di Kota Malang. 

Lalu bagaimana konsep Pasar Rakyat yang satu ini?

Terletak di Jalan Joyo Agung, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Pasar Rakyat Joyo Agung atau Joyo Agung Market adalah pasar yang dikelola oleh swasta pertama kali di kota yang saat ini dipimpin oleh Drs Sutiaji.

Di dalamnya, secara kasat mata pasar ini memang tidak jauh beda dengan pasar lainnya yang memiliki lapak penjual sayur mayur, daging, makanan hingga jajanan. 

Namun yang membedakan ialah kebersihan, keamanan dan kenyamanan yang selalu dijaga.

Lalu dari sisi penjual, pengelola pasar yakni PT Joyo Agung lebih memilih UMKM yang mayoritas adalah warga sekitar Kecamatan Lowokwaru.

"Kami bukan profit, berbeda dengan pasar modern lain. Harapannya kami bisa berbuat sedikit ke masyarakat," ucap Direktur PT. Joyo Agung, Joko Tjahjana.

"Kami ini memberdayakan UMKM dengan konsep milenial. Dengan maksud cara pemasaran dan pengelolaan itu semua berbasis teknologi, jadi bukan seperti pasar modern yang sudah ada. Ini murni pasar rakyat yang ingin mengangkat UMKM," imbuhnya.

Untuk proses transaksinya sendiri, pengelola menerapkan transaksi berbasis online dengan kata lain sistem pembayaran bisa dilakukan tanpa uang tunai (cashless).

"Untuk pedagang di sini mereka akan mempunyai aplikasi sendiri untuk menjual dagangannya. Dari situ pembeli juga akan melakukan pembayaran cashless dengan login di aplikasi yang sudah tersedia," kata Joko Tjahjana.

Joko Tjahjana pun mengungkapkan bahwa ada kelebihan dengan berbelanja dengan sistem seperti ini. 

Karena masyarakat bisa memanfaatkan promo yang akan tersedia seperti lapak penjual online. 

"Misal masyarakat beli sesuatu disini jika ada promo bisa jadi sayur yang awalnya harga Rp. 5000 bisa menjadi Rp. 2000," kata Joko Tjahjana lagi.

Di sisi lain Joko juga mengungkapkan kedepan setelah Joyo Agung Market sudah di launching pada 20 Februari 2020, akan bekerja sama dengan karang taruna wilayah Jalan Joyo Agung untuk menjadi kurir jika ada orang memesan di rumahnya melalui aplikasi.

"Jadi di sini kami juga akan bekerja sama dengan karang taruna setempat untuk mengantarkan pesanan. Karena tujuan kami memang bersinergi dengan masyarakat, selain menyediakan lapak dan juga aplikasi untuk UMKM," ungkap Joko.

Sementara itu, Joko Tjahjana juga mengungkapkan ada tantangan tersendiri setelah berdirinya Joyo Agung Market ini. 

Tantangan tersebut yakni harus mengajari satu per satu pedagang untuk menggunakan aplikasi transaksi penjualan.

"Untuk awal kami memang melatih pedagang untuk bertransaksi, tapi kami tetap menyediakan 4 petugas yang standby jika ada problem atau pedagang merasa kesulitan. Tapi, selama ini para pedagang tidak lagi ada kesulitan," jelas Joko.

Untuk diketahui, aplikasi yang digunakan Joyo Agung Market sudah bisa di download di PlayStore dengan nama Malltronik. 

Di situ masyarakat langsung bisa melihat apa saja yang dijual oleh UMKM di Joyo Agung Market.