Petugas saat mengevakuasi jenazah korban sesaat setelah laka maut terjadi. (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban sesaat setelah laka maut terjadi. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Hingga  Minggu (8/2/2020), anggota Laka Lantas Polres Malang masih mengorek keterangan Yahmin, warga Desa Karangloh Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Pria 57 tahun itu sementara ini masih berstatus saksi atas tewasnya korban kecelakaan maut bernama Miftakhul Ulum, warga Dusun Pancuran, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

”Kami masih mendalami hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) dan keterangan beberapa saksi mata. Termasuk memburu kesaksian dari pengemudi truk (Yahmin),” terang Kanit Laka Lantas Polres Malang Ipda Agus Yulianto.

Seperti yang sudah diberitakan, Jumat (7/2/2020) malam, warganet dihebohkan dengan insiden kecelakaan maut yang menyebabkan Miftakhul Ulum meninggal dunia. Pengendara motor Vario nopol N-49997-GO tersebut dinyatakan tewas di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala lantaran terlindas ban truk gandeng bernopol AG-8610-UB, yang dikemudikan  Yahmin.

”Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi mata, diduga kuat korban tergelincir saat hendak mendahului truk dari lajur kanan. Di saat bersamaan, pengemudi truk yang tidak tahu jika tubuh korban tergeletak di aspal jalan seketika melindasnya,” ungkap Agus.

Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB (Jumat 7/2/2020). Sebelum kecelakaan terjadi, korban diketahui melintas dari arah timur dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian, yakni kilometer 11-12 di Jalan Raya Bululawang, Kabupaten Malang, korban berniat mendahului truk gandeng yang melaju di depannya.

Kondisi aspal yang basah karena diguyur hujan diduga membuat motor yang dikendarai Miftakhul Ulum tergelincir. Nahas, saat terjatuh di aspal  itulah, kepala korban dilindas ban truk gandeng tersebut.