Suasana saat ujian perangkat desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol (Foto : Istimewa/TulungagungTIMES)
Suasana saat ujian perangkat desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol (Foto : Istimewa/TulungagungTIMES)

Tudingan calon perangkat desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung yang tidak lolos terkait banyaknya Kejanggalan yang ditemukan dan sedang di adukan ke pihak terkait ditanggapi panitia pelaksana. 

Saat dikonfirmasi, beberapa kali Imron, ketua panitia penjaringan dan penyaringan tidak berhasil dihubungi namun salah satu panitia dari unsur perangkat desa, Imam Basroni mengatakan jika tudingan tersebut tidak benar.

"Terkait uang itu sebelumnya sudah ada kesepakatan, toh setelah selesai pelaksanaan uang itu sudah kita kembalikan," kata Imam, Sabtu (08/02) siang.

Uang lima ratus ribu rupiah yang ditarik menurut Imam adalah yang bukti keseriusan bahwa calon benar-benar mempunyai tanggungjawab sebagai peserta.

Terkait surat pernyataan yang berisi bahwa keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat, Imam tidak menyangkal jika dalam aturan ketentuan itu tidak ada. 

Namun, Imam memastikan semua tindakan panitia sudah di mintakan kesepakatan pada semua peserta.

"Memang dalam aturan tidak ada, tapi itu juga sudah disepakati semua panitia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala desa Tambakrejo Suratman saat dihubungi menjelaskan bahwa dirinya menyerahkan masalah teknis ke panitia.

Sebagai Kepala desa, dirinya memastikan pelaksanaan sudah sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

"Saya minta pelaksanaan berjalan demokratis, bahkan dari tiap peserta kita minta agar membawa saksi agar tindakan yang tidak tepat bisa di awasi," terang Suratman.

Secara khusus, Suratman menjelaskan keputusan panitia memilih kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Tulungagung. 

Selain sudah di akui, perguruan tinggi yang ada di Tulungagung juga punya peran penting sebagai penasehat hukum yang dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.

"Kita alihkan ke universitas Di Tulungagung karena memang itu memenuhi syarat, untuk universitas yang awal direncanakan selain jauh juga sulit diawasi," papar Suratman.

Dirinya meminta semua pihak tidak suudzon dengan pelaksanaan yang sudah terjadi bagi Suratman siapapun yang lolos dirinya tidak mempermasalahkan.

"Saya harap semua bisa memahami proses yang berjalan, sebelum pelaksanaan kita sudah bicarakan dengan peserta," jelasnya.

Bahkan, didepan semua peserta Suratman menyampaikan bahwa bagi siapapun yang menang tidak boleh merasa jumawa. 

Sedangkan bagi peserta yang tidak lolos, diharapkan tetap bisa bersama-sama membangun desa Tambakrejo kedepan lebih baik.

"Itu sudah saya sampaikan terbuka sebelum pelaksanaan bahkan semua peserta tanda tangan, saya harap semua legowo. Semua masalah bisa di selesaikan dengan duduk bersama," pesannya.

Sebelumnya, Penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung sudah selesai dilaksanakan, Kamis (06/02) lalu di soal.

Peserta yang tidak lolos berkirim surat pada panitia dan berbagai pihak agar ujian yang telah dilaksanakan diulang. 

Berbagai alasan disampaikan, termasuk adanya Kejanggalan selama proses yang dilaksanakan panitia.