Denny Irawan (baju biru) saat memeriksa dokumen kependudukan Lai Chin Cheung (baju putih) (Joko Pramono for Jatim Times)
Denny Irawan (baju biru) saat memeriksa dokumen kependudukan Lai Chin Cheung (baju putih) (Joko Pramono for Jatim Times)

Merebaknya virus corona telah membuat momok menakutkan bagi semua orang. Apalago virus ini terbilang cukup mematikan. Dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, virus yang berasal dari Wuhan, China ini telah menginfeksi  lebih dari 30 ribu orang, dengan jumlah kematian mencapai 635 orang. Bahkan penyebaranya telah sudah meliputi 24 negara di 5 benua.

PBB telah menyatakan darurat internasional penyebaran virus mematikan ini. Semua negara berusaha mengantisipasi masuknya virus ini ke negara mereka. Termasuk Indonesia yang telah memasang pemindai panas di setiap terminal kedatangan internasional dan memeriksa setiap orang yang baru bepergian dari negara yang terinfeksi virus ini.

Seperti di Tulungagung, pihak Imigrasi dan 3 pilar memeriksa setiap orang yang baru bepergian ke negara yang terjangkit virus ini. Pemeriksaan dilakukan dengan mendatangi setiap WNA dan WNI yang baru datang dari luar negeri.

“Kegiatan ini dari isu global yang marak (Virus Corona), kami bersama timpora dan Dinas Kesehatan , Kodim dari Polres Tulungagung untuk melaksanakan kegiatan ini (pemeriksaan WNA),” ujar Kasi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Blitar, Denny Irawan, Jum’at (7/2/20).

Tim dibagi 2 kelompok dengan sasaran WNA. Dari pemeriksaan yang dilakukan belum ditemukan WNA di Tulungagung yang dicurigai sebagai suspect virus corona.

WNA yang diperiksa adalah yang mempunyai riwayat perjalanan dari luar negeri sejak mewabahnya viris corona. “Rencananya dalam minggu ini akan (terus ) kami laksanakan,” tuturnya.

Di Tulungagung sendiri saat ini ada sekitar 200 an WNA. Terbanyak di sekitar IAIN Tulungagung, mereka mayoritas dari Thailand. “Itu yang harus kita cek perjalananya, paspornya dari mana saja,” katanya.

Sementara itu petugas dari Dinas Kesehatan yang turut mendampingi pemeriksaan WNA, Nina Barorotun Mutmainah menjelaskan dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, seluruh WNA tidak menunjukan gejala terjangkit virus corona seperti batuk, pilek dan nyeri tenggorokan.

“Yang harus diperhatikan adalah dalam 14 hari terakhir dia kontak dengan negara terpapar,” ujar Nina.

Inkubasi virus corona sendiri sekitar 14 hari. WNA yang diperiksa telah melakukan perjalanan terakhir pada bulan November 2019 dan awal Januari 2020 dan melewati masa inkubasi.

Sementara itu keluarga WNA yang diperiksa, Stevanus warga Ketanon, Kecamatan Kedungwaru mengungkapkan istrinya, Liu Yinghui dan mertuanya, Liu Lanfeng yang berasal dari Jinan, China ungkapkan keluarganya baik-baik saja. Daerah tempat istrinya berasal berjarak sekitar 2 ribu kilo dari Wuhan. “Jauh mas, dari ujung ke ujung sekitar seribu kilo lebih,” ujar Stevanus.

Begitu juga Zulfatun warga Desa Ngandong Kecamatan bandung yang mempunyai suami dari Hongkong Lai Chin Cheung (60) juga tak mengeluhkan adanya gejala terpapar corona. “Kita sudah lama enggak ke sana (Hongkong),” ujar Zulfatun.

Lai Chin Cheung sendiri saat ini sedang sakit, namun bukan Corona. Pria pensiunan jawatan kereta api di Hongkong itu duduk di kursi roda lantaran kakinya sedang sakit.