Para balon PDI Perjuangan Kabupaten Malang menunggu rekom pusat di bawah bayangan dan teka-teki para petingginya. (Ist)
Para balon PDI Perjuangan Kabupaten Malang menunggu rekom pusat di bawah bayangan dan teka-teki para petingginya. (Ist)

Dinamika Pilkada 2020 Kabupaten Malang terlihat datar. Tak ada loncatan baru yang membuat masyarakat bisa mengenal para calon pemimpinnya ke depan. 

Partai politik (parpol) yang telah membuka pendaftaran bakal calon (balon) masih menunggu rekom terbit dari atasannya di Jakarta. Tak terkecuali PDI Perjuangan yang sejak awal membuka pendaftaran balonnya dan membukukan 8 orang yang siap berebut rekom dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Perjalanan waktu, 8 balon itu pun harus bersaing dengan kemunculan nama Sri Untari Bisowarno. Sri, yang kader partai banteng moncong putih dan kini memegang jabatan ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, menjadikan 8 balon lainnya harus berhitung ulang. Selain mendapat dukungan penuh dari kepengurusan PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Sri juga adalah kader yang mengabdi lama dan dikenal luas di kalangan partai dengan ideologi nasionalis itu.

Hal inilah yang membuat beberapa balon PDI Perjuangan pun pasrah dan apatis dengan rekom yang direncanakan turun Januari 2020 tapi harus kembali mundur. Hasan Abadi, misalnya, sebagai bagian balon PDI Perjuangan harus loncat pagar ke NasDem. 

Namun, walaupun ikut dalam pendaftaran balon bupati ke NasDem, Hasan yang di bawah bayang-bayang Sri tetap optimistis mendapatkan rekom dari PDIP.

Bahkan, dia kepada media mengklaim mendapat juga dukungan dari kader PDI Perjuangan dan beberapa pengurus anak cabang (PAC) partai tersebut. Padahal, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang melalui Ketua Didik Gatot Subroto menyatakan suara seluruh kader bulat untuk merekom Sri.

"Saya terus lakukan sosialisasi dan memperkenalkan diri akan maju sebagai bupati Malang di pilkada. Saya juga dapat dukungan dari kader dan beberapa PAC PDI Perjuangan. Optimistis rekom partai bisa saya dapat," ucap rektor Unira Kepanjen ini.

Dilansir dari suaraindonesia.com (13/1/2020), setidaknya saat ini ada 11 PAC yang mendukung Hasan  maju di pilbup Malang. Bahkan dari informasi itu, juga dimungkinkan ke depan jumlah dukungan PAC bisa terus bertambah.

Hal ini yang membuat optimisme Hasan tetap membuncah di tengah bayangan Sri yang disebut sebagai kandidat terkuat yang akan mendapat rekomendasi Megawati. Selain tentunya juga kekuatan warga Nahdliyin yang menurut Hasan juga telah siap mendukungnya. Dirinya menyebut telah melakukan kunjungan atau sowan ke para para ulama NU untuk mendapatkan restu.

Disinggung bila rekom ternyata jatuh ke tangan balon lain, misalnya Sri yang merupakan kader partai murni, Hasan secara tegas menyampaikan, banyak kemungkinan tetap maju di parpol laiin dengan cara menjalin komunikasi politik. "Tapi, saya tetap optimistis bisa dapat rekom dari DPP PDI Perjuangan," ujarnya.

Yang menarik adalah adanya opsi di tubuh banteng moncong putih atas Pilkada Kabupaten Malang 2020 yang sempat dilontarkan Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah. Yakni, PDI Perjuangan akan menyiapkan tiga skenario politik terkait hal itu.

Pertama, mengusung pasangan sepaket dari internal partai. Kedua, calon bupati dari internal partai dan calon wakil bupatinya dari unsur eksternal. Sedangkan opsi terakhir, calon bupati dari eksternal atau parpol di luar PDI Perjuangan dan calon wabup-nya dari internal. Basarah menyebut, dari tiga opsi itu, yang paling memungkinkan diputuskan adalah skenario kedua dan ketiga.

Hal lain yang sempat mencuri perhatian terkait Pilkada 2020  Kabupaten Malang adalah pernyataan dari Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi saat berkunjung ke pendapa Kepanjen, beberapa waktu lalu, dalam acara dialog bersama dengan penggiat BUMDesa.
Budi yang juga ketua umum Pro l-Jokowi (Projo) saat ditodong wartawan terkait persiapan Pilkada 2020 Kabupaten Malang, sempat menyampaikan bahwa calon kuat bupati dan wakil ada di lokasi acara bersamanya.

"Pokoknya ada di sini semua tadi. Dan tanpa mendahului Yang Di Atas (Tuhan), ini pasti. Saya juga merasa getaran hatinya agak sama, chemistry-nya dengan pasangan," ucapnya yang menegaskan kehadirannya ke Kabupaten Malang sebagai wakil mendes PDTT tak ada hubungan dengan agenda 5 tahunan itu.

Budi pun menyampaikan, incumbent itu rumusnya pasti menang kalau dia benar. Dalam politik, bila incumbent jalah, pasti dalam masa jabatannya tidak benar. "Tapi, kalau dia benar, gak usah ngapa-ngapain, pasti (menang)," imbuhnya.

Di acara yang dihadiri Budi itu, Bupati Malang Sanusi sebagai kandidat kuat calon bupati dari PKB dan Didik Gatot Subroto  hadir dan duduk bersamanya.

Apakah pernyataan Basarah terkait opsi kedua dan tiga dalam tubuh PDI Perjuangan akan mengerucut pada sosok yang hadir bersama Budi di acara tersebut? Ataukah pernyataan Hasan yang tetap optimistis dengan berbagai klaim dukungan dari kader banteng moncong putih dan kalangan Nahdliyin akan benar-benar terjadi pada nantinya?