Apoteker Apotek Kimia Farma menunjukan masker yang ter5sisa di apoteknya (Joko Pramono for Jatim Times)
Apoteker Apotek Kimia Farma menunjukan masker yang ter5sisa di apoteknya (Joko Pramono for Jatim Times)

Pasca merebaknya virus Corona di China sejak sebulan lalu, permintaan masker terus meningkat. Termasuk pedagang online yang kebanjiran order masker untuk dikirim ke luar negeri seperti ke China, Taiwan dan Hongkong. Sayang stok masker sudah sulit ditemukan.

Seperti diungkapkan Deffi,  pedagang online asal Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu. Menurutnya pesanan masker mulai meningkat sejak merebaknya isu virus corona. "Tapi semua stok sudah habis. Cari kemana-mana juga tidak ada," ucap Deffi.

Untungnya Deffi masih menyisakan stok masker merk Sensi sebanyak 1 bok yang berisi 50 masker. Satu kotak ini dijual seharga Rp 100.000.

Menurut temannya yang ada di Hongkong, satu kotak masker ini dijual hingga Rp 600.000. "Peluangnya sangat menguntungkan, tapi tidak ada barang yang bisa dijual," pungkasnya.

Sementara itu Kasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Tulungagung, Masduki membenarkan hal itu. Pria berkumis tipis itu mengatakan habisnya sediaan masker tak hanya di tingkat apotek, namun juga di tingkat distributor. “Semua stok (masker) di sarana distribusi dan retail habis,” ujar Masduki.

Habisnya sediaan masker ini, kata masduki lantaran banyaknya permintaan WNI yang ada di China meminta kiriman masker pascamerebaknya virus Corona di Wuhan. “TKI di sekitar China meminta kiriman masker dari tanah air (Indonesai),” pungkasnya.

Sementara itu Humas kantor Pos Tulungagung, Arif Budiman membenarkan adanya kiriman masker dari Tulungagung ke sejumlah negara seperti China dan sekitarnya. Meski diakui jumlahnya tak terlalu signifikan dan belum bisa dipastikan jumlahnya. “Kelihatanya enggak begitu banyak yang via kita (Kantor Pos),” ujar Arif.