Stasiun kereta api di Huangshi yang bisa ramai, ditutup untuk semua rute (Foto : Kiriman Laila Fakhiriyatuz Zakiah / Jatim TIMES)
Stasiun kereta api di Huangshi yang bisa ramai, ditutup untuk semua rute (Foto : Kiriman Laila Fakhiriyatuz Zakiah / Jatim TIMES)

Untuk mengatasi penyebaran virus Corona yang mulai menyerang China, pemerintah di Propinsi Hubei melarang warganya bepergian. Larangan ini juga berlaku bagi warga asing yang ada di China, khususnya Wuhan dan sekitarnya, sejak Jumat (24/1) pukul 10.00.

Laila Fakhiriyatuz Zakiah, mahasiswa di Hubei Polytecnic University kepada media ini mengatakan, untuk keperluan makan dan keperluan lainnya, mahasiswa di universitas ini hanya diperbolehkan membeli di kantin yang ada dikampus itu.

"Sekarang ini musim liburan, biasanya kantin tutup dan kami makan diluar. Namun karena virus Corona ini, kantin yang biasanya tutup diminta tetap buka, untuk melayani mahasiswa yang ada dikampus kami," kata Laila Fakhiriyatuz Zakiah, yang mengambil jurusan Bachelor Of Medicine.

Tak hanya suasana kampus yang berubah, stasiun kereta api di Huangshi yang biasanya padat dengan hilir mudik penumpang, sejak jumat (24/1) diitutup, dan keadaan distasiun itu sangat sepi dari hilir mudik penduduk setempat.

Dijelaskan Laila, saat ini dirinya tinggal di Huangshi yang jaraknya sekitar 90 KM dari Wuhan. Dengan menggunakan kereta api cepat, perjalanan ke Wuhan biasanya hanya ditempuh selama 30 menit saja.

"Mahasiswa asal Lumajang di Huangshi sebanyak 7 orang. Namun karena musim liburan, sebanyak 3 orang pulang ke Indonesia, dan saat ini hanya tinggal 4 orang saja yang ada di Huangshi. Sekarang semua mahasiswa dari luar China sudah tidak bisa pulang, karena bandara di Wuhan ditutup untuk semua rute penerbangan," jelas Laila kemudian.