Kondisi korban yang sudah tergeletak tak bernyawa usai ditabrak kereta (Ist)
Kondisi korban yang sudah tergeletak tak bernyawa usai ditabrak kereta (Ist)

Warga kawasan Kebonsari, Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, siang tadi dihebohkan dengan kejadian seorang pria yang tewas usai ditabrak Kereta Api Penataran yang melintas di perlintasan Kebonsari sekitar pukul 10.48 wib.

Pria yang tewas mengenaskan tersebut diketahui bernama Subakin (63), warga Desa Jambearjo, RT 12 RW 3, Tajinan, Kabupaten Malang.

Seorang saksi mata, yakni Purwanto (31) yang juga menjadi petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta menjelaskan, jika yang ia lihat, korban nampak seperti orang yang bingung atau linglung.

"Ya jalan dari utara menuju selatan kayak orang bingung itu. Terus duduk di pojokan jalan. Saya sendiri baru hari ini lihat orangnya. Sebelum-sebelumnya nggak pernah lihat," bebernya.

Kemudian setelah duduk di pojokan jalan, di saat bersamaan korban kemudian kembali berjalan menuju selatan. Saat itu tak lama, Kereta Api Penataran yang akan menuju ke Blitar juga akan melintas.

Saat itu, Purwanto juga sempat menegur dan memperingatkan korban agar berhati-hati lagi, sebab kereta api tak lama lagi akan melintas. Tapi teguran dari Purwanto tak digubris oleh korban, sehingga Purwanto pun kembali dan berfikir jika korban akan minggir.

"Ya korban jalan lagi, terus jalannya di tengah rel. Saya sebelumnya juga sudah memperingatkan, pak ada kereta yang mau lewat hati-hati. Tapi orangnya nggak respon sama sekali," bebernya saat ditemui MalangTIMES.

Kereta Api Penataran yang sudah terjadwal melintas, kemudian tiba-tiba saja berhenti 75 meter sesudah pos penjagaan palang pintu kereta. Purwanto kemudian mendapatkan kabar jika kereta telah menabrak seorang pria. Ia yang kaget kemudian mendatangi kereta dan melihat ternyata korban sudah tergeletak dipinggir rel.

"Korban mungkin setelah tertabrak langsung terpental ke sebelah kiri. Langsung meninggal dunia di lokasi. Yang saya tahu lukanya pada bahu tangan sebelah kiri," pungkasnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Depresi bukanlah persoalan sepele. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, maupun melihat teman atau kerabat memperlihatkan tendensi tersebut, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.