Pembina Parama, Irene Trisisca Rusdiyanto, M.Pd (dua dari kanan) usai potong tumpeng perayaan Dies Natalis ke 33 (ist)
Pembina Parama, Irene Trisisca Rusdiyanto, M.Pd (dua dari kanan) usai potong tumpeng perayaan Dies Natalis ke 33 (ist)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Universitas Kanjuruhan Malang (Parama) memperingati Dies Natalis yang ke 33. Dalam peringatan tersebut, Parama mengambil tema “Pour your love in melody, celebrate my day with your best. Your prayer my life,".

Pembina Parama, Irene Trisisca Rusdiyanto, M.Pd, mengungkapkan, jika tema tersebut merupakan tema yang mengajak para mahasiswa bisa mencintai kehidupan. “Seperti halnya melodi ada nada senang ada juga nada sedih, begitu pula kehidupan yang juga ada suka maupun duka. Maka dari itu, marilah kita saling mencintai kehidupan ini dengan lapang dada, suka cita,” ungkap Pembina Parama Irene Trisisca Rusdiyanti, M.Pd.

Selain itu, pihaknya juga mengajak semua mahasiswa untuk bisa menyukai sebuah melodi. Menurutnya, sebuah melodi bisa membuat seseorang memiliki hidup yang lebih berwarna. “Melodi akan membuat hidup ini lebih berwarna, mayoritas seseorang akan mendengarkan lagu jika dirinya senang maupun sedih. Ada sebagian orang yang lebih bersemangat dalam mengerjakan sesuatu jika dirinya mendengarkan lagu. Itulah kekuatan melodi, jika kita mendengar lagu yang melodinya positif maka outputnya juga akan positif,” tambahnya

Lebih lanjut wanita yang berprofesi sebagai Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini menjelaskan, bersamaan dengan usia Parama yang semakin dewasa, pihaknya berharap agar Parama bisa turut berkontribusi dalam menjadikan Unikama menjadi kampus yang unggul pada 2025 dengan program-program, kemandirian dan prestasi yang diraihnya.

Sementara itu, Guido Sila Tafuli selaku Ketua Umum Parama menambahkan, dengan kedewasaan dari Parama, diharapakan bisa membuahkan dan menciptakan sebuah karya-karya baru yang bisa disukai oleh banyak orang, termasuk semakin disiplin dan giat dalam berlatih.

"Harapan ke depan, Parama akan selalu kompak dan kreatif dalam mewujudkan Program Kerja (Proker). Untuk anggota Parama juga lebih giat berlatih dan menciptakan karya-karya terbarunya supaya layak untuk didengar dan dipertunjukkan kepada khalayak umum," pungkasnya.

Dalam momen Dies Natalis Parama ke 33, juga diselengarakan kompetisi bernyanyi Solo dan Vokal Grup tingkat Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut diikuti  40 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. 40 mahasiswa tersebut terbagi dalam tiga vokal grup yang terdiri dari 10 orang dan 10 orang penyanyi Solo.