Petugas Damkar melakukan pemadaman di Dusun Klaten Desa Tegalrejo / Foto : Rakidi / Tulungagung TIMES
Petugas Damkar melakukan pemadaman di Dusun Klaten Desa Tegalrejo / Foto : Rakidi / Tulungagung TIMES

Meski beberapa daerah di Tulungagung, Selasa (21/01) diguyur hujan namun kebakaran masih terjadi. Kali ini, api melalap sepah bekas Penggilingan Tebu milik Ghufron (50) RT 1 RW 5 dusun Klaten Desa Tegalrejo Kecamatan Rejotangan.

Api yang dengan cepat membara di antara tumpukan sampah bekas tebu di perusahaan gula tradisional itu cepat membesar sehingga tak bisa dipadamkan dengan alat yang dimiliki warga. "Kita mendapat laporan adanya kebakaran ini langsung menuju lokasi, api sudah membesar dan langsung kita lokalisir," kata Rakidi, Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Tulungagung.

Lanjutnya, Api yang diketahui berasal dari bagian tumpukan sepah kering bagian timur itu merembet ke arah barat dan membakar atap bangunan semi permanen untuk menyimpan sepah sebelum dijadikan bahan bakar pembuatan gula. "Yang sudah terbakar kita padamkan sambil mencegah api merembet ka bagian lain di sekitar lokasi," jelasnya.

Lalu apa penyebab kebakaran tersebut, Rakidi menerangkan dari hasil sementara yang didapat dari keterangan pemilik usaha industri gula merah dan saksi diketahui api berasal dari mercon. "Ada anak kecil main mercon kemudian percikan api membakar material kering berupa sepah ini," ungkap Rakidi.

Meski tidak ada korban jiwa, Ghufron mengalami kerugian material yang tidak sedikit. Namun, terkait jumlah pastinya, Rakidi belum mendapatkan laporan secara pasti kerugian yang dialami. "Masih dihitung bersama petugas dari kepolisian setempat, yang penting api dapat kita atasi dengan melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga tidak ada titik api yang tersisa," imbuhnya.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplay dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang terjadi sejak jam 15.00 wib itu.