Hasan sering foto bersama lelaki dan memposting di akun media sosial miliknya (Foto : Istimewa)
Hasan sering foto bersama lelaki dan memposting di akun media sosial miliknya (Foto : Istimewa)

Heboh soal penggerebekan dan berujung penangkapan Hasan (30) warga RT2 RW 4 nomor 40 Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung menjadi perbincangan masyarakat. Lalu, siapakah Hasan yang dikabarkan melakukan penyimpangan seks sesama jenis dengan korban puluhan pelajar ini.

"Dia sering posting menawarkan kondom gratis di Facebook dan dishare di group, orangnya seperti wanita dan kemayu, sering dipanggil mami," kata Tio (initial) sambil menunjukkan akun Hasan beserta fotonya, Sabtu (18/01) siang.

Namun, saat dilakukan penelusuran pada akun yang dimaksud ternyata aktivitas terakhir dilakukan pada 28 Januari 2019 atau hampir setahun akun yang disampaikan Tio tidak aktif.

"Dulu sering chat atau inbox, cerita tentang suka sama pria ganteng. Bahkan fotonya banyak dikirim, ada beberapa diposting," tambahnya sambil menunjukkan foto yang dimaksud.

Akun Hasan, selain terakhir aktif terkait kesukaannya pada calon presiden ternyata dalam kronologinya juga pernah terlibat aktif dalam kegiatan peduli HIV/AIDS.

Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Rohman saat dikonfirmasi membenarkan jika Hasan pernah terlibat aktif dalam beberapa kali kegiatan. Namun, hampir sepuluh tahun belakangan Hasan sudah tidak pernah ikut kegiatan dengan alasan mendirikan warung kopi.

"Iya, dulu sempat aktif sebagai penggiat HIV/AIDS lalu udah gak lagi selama 10 tahunan gak pernah lagi aktif trus jualan kopi," kata Ifada melalui pesan WhatsApp.

Sebelum ditangkap, Hasan sempat buron dan menghilang selama 2 minggu. Warung miliknya di Pasar Burung, Beji Kecamatan Boyolangu juga tutup.

Di Pasar ini Hasan sering dipanggil Siti, lantaran sikapnya yang agak kemayu.

Para pedagang di Pasar Burung sempat kaget, setelah mendengar kabar Hasan ditangkap personel Polda Jawa Timur pada Rabu (15/1/2020).

Dari salah satu pedagang terungkap jika Hasan sudah mengetahui jika dicari oleh polisi sejak 2 minggu lalu.

"Saya sempat dimintai tolong untuk ikut mencarinya," ujar sumber yang menolak disebut namanya.

Dirinya sempat diminta tolong untuk ikut mencari Hasan. Hasan selalu berpindah-pindah sehingga sulit dilacak.

Namun saat dimintai tolong oleh polisi, dirinya tahu Hasan sedang ada di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang.

Hasan sempat berada di rumah salah satu peternak tikus dan Hamster di sekitar Mojoarum, sehari semalam.

"Waktu itu ada polisi dari Tulungagung juga yang membantu. Dia juga sempat melawan, mungkin sudah paham kalau kasusnya berat," sambung sumber ini.

Dari informasi yang ditangkapnya dari kepolisian, korban Hasan mencapai puluhan, sekitar 21 tepatnya.

"Katanya, saya hanya dengar sekilas, korbannya ada 21 anak," pungkasnya.

Setelah tertangkap, Hasan sempat dibawa personel Polda Jatim ke hotel untuk dimintai keterangan.

Selanjutnya pihak kepolisian melakukan penggeledahan dan reka adegan di rumah Hasan pada Rabu (15/1/20) malam lalu.

Sebelumnya ketua RT tempat tinggal Hasan di Kelurahan Sembung, Wajib (70) membenarkan bahwa Hasan telah ditangkap tim dari Polda Jatim.

Saat itu Wajib diminta menyaksikan proses penggeledahan rumah Hasan pada Rabu malam hingga Kamis dini hari.

Saat itu ada lima orang remaja yang menjadi korban Hasan turut dihadirkan. Polisi juga menemukan kondom, banyak gambar laki-laki serta daftar tarif kencan di kamar Hasan.