Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat memberi sambutan dalam Seminar Nasional Parenting Akbar "Talents Up Date 2020". (Foto: Ima/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat memberi sambutan dalam Seminar Nasional Parenting Akbar "Talents Up Date 2020". (Foto: Ima/MalangTIMES)

Pemerintah Kota Malang saat ini sedang berupaya mewujudkan Kota Malang sebagai kota pendidikan bertaraf internasional. Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, untuk mewujudkan cita-cita tersebut memang melalui proses yang panjang.

"Dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder. Baik masyarakatnya, komunitasnya, kalangan pengusaha, kalangan akademisinya, termasuk media dan pemerintahannya," katanya saat ditemui di Hotel Sahid Montana I, Sabtu (18/1/2020).

Bung Edi, sapaan akrab wawali, menghadiri Seminar Nasional Parenting Akbar "Talents Up Date 2020" yang digelar oleh Sekolah Alam Avesiena.

Ia menyampaikan, jika sinergi dari seluruh stakeholder tersebut terbangun dengan baik, maka cita-cita Malang untuk menjadi kota pendidikan bertaraf internasional akan tercapai lebih cepat.

"Kalau ekosistem ini terbangun dengan baik, kolaborasi lebih optimal dan lebih bagus, insya Allah gerakan dan percepatan terwujudnya Malang sebagai kota pendidikan yang bertaraf internasional juga akan semakin terwujud secara cepat," ucapnya.

Meski Malang telah didapuk sebagai kota pendidikan, jika dilihat dari jumlah perguruan tinggi, masih kalah dengan jumlah perguruan tinggi di Kota Surabaya.

"Ada 60 lebih perguruan tinggi di Kota Malang sekarang. Di Surabaya jauh lebih banyak," ujar Edi.

"Tetapi kalau berbicara jumlah mahasiswa, Malang nomor 1 di Jawa Timur," imbuhnya.

Dan tahun 2019 kemarin, Kota Malang tercatat sebagai kota yang paling diminati untuk studi mahasiswa-mahasiswi di seluruh Indonesia.

Capaian itu, kata Bung Edi, adalah sebuah proses yang panjang dan tidak serta merta. Melahirkan sebuah lembaga pendidikan, baik itu perguruan tinggi maupun sekolah yang berkualitas butuh konsentrasi dengan dukungan anggaran dan SDM yang cukup. Selain itu, membangun ekosistem yang sadar pendidikan juga butuh waktu.

"Hari ini kita bisa lihat betapa Bapak Ibu para peserta seminar, kesadaran terhadap kepedulian pendidikan di Kota Malang sungguh luar biasa. Dan itu mendorong membantu terwujudnya cita-cita masyarakat Malang untuk menjadi kota pendidikan yang bertaraf internasional," timpalnya.

Bung Edi menegaskan, ekosistem pendidikan tersebut harus terbangun. Terbangunnya ekosistem pendidikan ini juga tak dapat dilepaskan dari pendidikan karakter.

Kita tahu saat ini Kota Malang sedang menggencarkan penerapan pendidikan karakter. Khususnya untuk siswa kelas 1 dan 2 SD.

"Kebijakan untuk anak SD kelas 1 dan 2 hukumnya wajib untuk menerima pendidikan karakter," tegasnya.

Dan hari ini, kata Bung Edi, Avesiena datang dengan seminar yang dilakukan untuk mendorong anak-anak mempunyai karakter dan visi sesuai dengan talent masing-masing.

Seminar yang bertema Kerja Bareng untuk Dorong Bakat dan Siap Finansial Guna Sukses Kini dan Nanti itu turut menghadirkan Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Keluarga RI Dr Sukiman.

Lilla Yustitia Prima Duhita selaku ketua pelaksana sekaligus Direktur Sekolah Alam Avesiena Malang menyatakan, yang menjadi bahasan dalam seminar tersebut adalah tentang bakat anak.

"Bakat anak yang kami maksud di sini itu adalah fitrah bakat yang telah diberikan dan diinstall oleh Allah SWT dan akan digunakan oleh anak-anak untuk mengembangkan dirinya. Karena masing-masing anak sebetulnya sudah mendapatkan porsi perannya masing-masing di muka bumi sebagai khalifah," bebernya.

Sementara kondisi yang ada saat ini, orang dewasa sering tidak tahu bagaimana mengasah bakat anak, bahkan kerap memaksakan anak untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai bakatnya.

"Jadi kami ingin mengajak para orang tua, guru, pemerhati masalah anak-anak, bahwa anak-anak punya bakat yang sudah diberikan oleh Allah yang harus dikembangkan, didukung, dan diarahkan. Sehingga anak-anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya," pungkasnya.