Komisi I DPRD Kota Blitar saat mengecek progres pembangunan SMPN 3
Komisi I DPRD Kota Blitar saat mengecek progres pembangunan SMPN 3

Setelah pembangunannya terhenti karena ada kasus dugaan suap yang ditangani KPK terkait pembangunan, Gedung SMP Negeri 3 Kota Blitar bakal segera ditempati pada pertengahan 2020 saat memasuki tahun ajaran baru. Saat ini ruang kelas dan sarana prasarana lainnya sudah siap digunakan. Pemkot Blitar melalui Dinas Pendidikan tinggal melakukan pemasangan paving dan perbaikan sarana olah raga.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Blitar,  Samsul Hadi mengatakan, pemindahan siswa SMP Negeri 3 akan dilakukan secara bertahap. Sementara hanya siswa kelas 7 yang berjumlah 320 orang yang akan langsung menempati gedung pada tahun ajaran baru nanti.  Gedung baru itu memiliki 30 ruang kelas dan ditambah ruang guru dan laboratorium.

"Kami lakukan bertahap. Untuk tahap awal kelas 7 dulu. Nanti menyusul kelas 8 dan kelas 9," ungkap Samsul Hadi saat mendampingi komisi satu DPRD Kota Blitar mengecek bangunan SMP Negeri 3, Selasa (14/1/2020).

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar, Said Novandi mengatakan, gedung baru memang sudah siap ditempati. Namun, ada  beberapa sarana dan prasarana yang perlu segera dibenahi sebelum pemindahan proses belajar mengajar. Diantaranya akses jalan dan pemasangan paving di halaman serta lapangan upacara. Selain itu Said juga meminta Dinas Pendidikan melakukan penghijauan di kawasan gedung baru SMPN 3.

"Gedungnya sudah siap, namun  halaman dan lapangan upacara perlu segera dipaving. Serta harus ada penghijauan agar terlihat asri," kata  Said.

Untuk diketahui, Komisi I DPRD Kota Blitar bersama Dinas Pendidikan Kota Blitar mengecek gedung baru SMPN 3 di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Selasa (14/1/2020).
Pengecekan itu untuk memastikan kesiapan relokasi kegiatan belajar mengajar siswa SMPN 3 dari gedung lama ke gedung baru sebelum tahun ajaran baru.

Untuk diketahui, pembangunan gedung SMP Negeri 3 Kota Blitar tahap pertama, Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11 miliar.  Pembangunan tahap kedua yang seharusnya dilakukan pada 2018  terhenti selama setahun  karena ada kasus dugaan suap yang ditangani KPK terkait pembangunan gedung baru SMP Negeri 3. Pembangunan tahap dua baru dilakukan pada 2019 dengan anggaran sekitar Rp 23 miliar.(*)