Polres Blitar Kota tangkap dua penjual olahan ayam tiren.
Polres Blitar Kota tangkap dua penjual olahan ayam tiren.

Kota Blitar baru-baru ini dihebohkan dengan ditemukannya pengolahan ayam tiren (mati kemarin). Pengolahan ayam tiren ini digerebek Satreskrim Polres Blitar Kota di Jalan Jati, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Dua orang diamankan dalam penggerebekan ini. Mereka adalah  Imam Waluyo (43) dan Antok Wasono (42). Keduanya mengumpulkan ayam yang sudah menjadi bangkai kemudian diolah sedemikian rupa untuk menyamarkan bau busuk dan dijual dengan harga murah. Jauh dari harga standar daging ayam di pasaran.

Menurut Kabid Peternakan Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota Blitar Dewi Mashitoh, meski harganya murah, sejumlah bahaya mengancam kesehatan jika mengonsumsi ayam ini. Daging ternak yang mati tanpa dipotong tidak sehat untuk dikonsumsi karena berpotensi tercemar bakteri yang sudah berkembang di dalamnya.

"Ketika tidak disembelih, berarti darahnya tidak keluar. Hal ini menjadikan daging ayam mudah busuk. Kemudian yang membahayakan adalah ketika darah hewan itu mengandung bakteri penyakit. Bakteri penyakit yang ada pada darah ini kemudian mencemari daging. Tentu ini membahayakan bagi manusia," ungkap Dewi.

Dewi menambahkan, apabila daging ayam tiren tersebut dikonsumsi,  tentu saja bakteri penyebab penyakit bisa masuk ke dalam tubuh manusia. "Paling mungkin bakteri e.coli, salmonella. Nah, bakteri ini kemudian memicu penyakit seperti 
diare. Yang membahayakan jika diare kemudian dehidrasi, itu bisa mengancam nyawa," ujarnya.