Ilustrasi (bogor.net).
Ilustrasi (bogor.net).

Banjir menjadi salah satu bencana alam yang bisa menimpa daerah manapun. Di Kota Malang sendiri, banjir atau genangan air tak terjadi secara masif. Namun selalu terjadi di beberapa titik, terutama saat hujan deras melanda.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Alie Mulyanto menyampaikan, daerah rawan banjir atau genangan saat hujan melanda di Kota Malang merata di lima kecamatan. Diantaranya seperti kawasan Sukun, Jl. Galunggung, kawasan Sawojajar, hingga Jl. Soekarno Hatta.

"Dan ada beberapa daerah lain yang memang sering terjadi genangan saat hujan deras datang," katanya pada wartawan, Sabtu (11/1/2020).

Alie menjelaskan, ada banyak hal yang memicu terjadinya banjir. Salah satunya adalah tata kelola lahan yang dinilai sangat berpengaruh tinggi. Terutama pasca adanya alihfungsi lahan menjadi kawasan pemukiman yang tak diiringi dengan pembuatan sumur resapan atau sumur injeksi.

Sehingga, dia berharap agar alihfungsi lahan selalu diiringi dengan penghijauan serta pembuatan sumur resapan. Sebab keberadaan drainase tak sepenuhnya mampu menampung air hujan. Meski pada dasarnya pembangunan drainase harus selalu diperhatikan agar air dapat mengalir dan tak terhambat.

Lebih jauh dia menerangkan, BPBD Kota Malang bersama stakeholder terkait terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain sosialisasi tata cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, juga selalu diajak meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan.

Salah satunya melalui Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS). Melalui gerakan itu, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk tak membuang sampah sembarangan di sungai. Karena upaya meningkatkan kebersihan lingkungan diyakini mampu menekan resiko terjadinya bencana.

"Selain itu kami juga bekerjasama dengan perangkat daerah lain untuk mengurangi sampah plastik, serta menebang pohon yang rawan roboh," pungkasnya.