Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat tanam pohon (Foto: Istimewa / TulungagungTIMES)
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat tanam pohon (Foto: Istimewa / TulungagungTIMES)

Polres bersama Forkopimda Kabupaten Tulungagung, kembali melaksanakan tanam pohon. Kali ini, penanaman pohon atau penghijauan dilaksanakan di daerah konservasi alam telaga Buret Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

Ribuan pohon yang disiapkan dalam tandur bareng itu berjumlah sekitar 5000 pohon.

"Ini dalam rangka hari lingkungan hidup Indonesia," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, Jumat (12/01) pagi.

Selain Kapolres, tampak Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Dandim Letkol Inf Wildan Bahtiar, Ketua Pengadilan Negeri Marice Dillak, Kajari Eko Adi Akdono dan Ketua DPRD Tulungagung, Marsono turut serta dalam kegiatan tersebut.

"Kegiatan reboisasi ini juga merupakan program Kapolri untuk memberikan peninggalan kepada anak cucu dan sesuai dengan semboyan Polres Tulungagung Astuti," paparnya.

E.G Pandia juga berharap agar seluruh komponen masyarakat bergerak sadar dan peduli terhadap hutan sebagai  penyangga kehidupan serta sebagai sumber energi.

"Pada saat ini kondisi hutan sudah berkurang sehingga polusi serta bencana alam tidak terhidarkan oleh karena itu perlu dilakukan penanaman pohon untuk kelangsungan hidup," ungkapnya.

Selain unsur Forkopimda, Kapolres menerangkan kegiatan penghijauan ini juga didukung oleh segenap masyarakat dan pelajar.

"Kita semua mulai sadar akan fungsi hutan oleh karena itu mulai sekarang dilakukan penanaman pohon dan pemeliharanya untuk keseimbangan hidup," terangnya.

Manfaat hutan sendiri menurut E.G Pandia sebagai sumber mata air menghasilkan oksigen serta terpeliharanya satwa dan ketika musim hujan dapat mencegah terjadinya longsor serta pada musim kemarau tersedianya air bersih.

"Kegiatan merupakan bentuk kepedulian Polri bersama elemen masyarakat dalam melestarikan alam apabila alam kita lestarikan maka akan ada imbal balik yaitu alam akan memberikan sumber mata air, oksigen, satwa serta mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor. Dampak lain, masyarakat sekitar akan diberikan kecukupan kebutuhan dari alam," tandasnya.

Setelah dilaksanakan apel penanaman pohon dilanjutkan pemberian bibit pohon secara simbolis dan dilanjutkan penanaman pohon bersama sama Forkopimda dan elemen masyarakat.