Layar tangkap akun Twitter @andrewenas terkait polling Formula E
Layar tangkap akun Twitter @andrewenas terkait polling Formula E

Meski banjir Jakarta mulai surut, pembahasan masalah tersebut di jagad maya masih sangat ramai. Banyaknya korban jiwa yang meninggal akibat bencana tersebut, membuat warganet semakin riuh memberikan kritik kerasnya atas kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Seperti diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, hingga Jumat (3/1/2020) kemarin sebanyak 47 warga meninggal dunia dan hilang akibat banjir. Warganet pun ramai-ramai menyoroti kinerja Anies yang dianggapnya tak mampu menyelesaikan persoalan banjir di wilayahnya.

Adu komentar pun berlangsung berhari-hari antara yang mengkritik Anies dan para pendukungnya di media sosial. Tak hanya terkait banjir, warganet pun menyisir berbagai kebijakannya dengan banjir yang membuat para pejabat tinggi pemerintah Indonesia sampai politisi angkat bicara. 

Salah satunya, event balapan Formula E yang akan digelar di Jakarta sebagai bagian kebijakan Anies. Balapan yang akan digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2020 itu, bakal menggunakan anggaran hingga Rp 1,6 triliun. 

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta harus menyetor dana 20 juta poundsterling atau 24,1 juta dollar AS untuk menjadi tuan rumah balap mobil listrik Formula E ke  Federasi Otomotif Internasional (FIA) Formula E. Commitment fee itu setara dengan Rp 345,9 miliar.

Besarnya anggaran ini pun yang jadi sasaran empuk kritik saat Jabodetabek direndam banjir. Program naturalisasi tak berdampak, tapi anggaran besar dialokasikan ke perhelatan balapan.

Warganet pun mengusung tagar #shameOnyouFormulaEJakarta yang jadi trending topic beberapa hari ini di Twitter. Tak hanya itu, warganet pun menggelar polling atau jajak pendapat terkait pentingnya (lanjutkan) Formula E dan batalkan perhelatan.

Andre Vincent Wenas, kolomnis sekaligus politisi dari PSI melalui akun @andrewenas yang menggelar jajak pendapat yang digelar dari tanggal 2 sampai 3 Januari 2020 terkait hal itu. Sebelumnya, Wenas mencuitkan sebagai berikut :

"To @FIAFormulaE Please do STOP your racing plan in Jakarta-Indonesia!!! (Warganet ayo vote! Apakah Balapan Formula-E terus/batalkan?)," cuitnya.

Hanya 24 jam jajak pendapat, tercatat ada sebanyak 4.616 warganet yang memberikan suara. Hasilnya, nyaris semua peserta jajak pendapat setuju pembatalan agenda Formula E. 

"Laporan hasil jajak pendapat via twitter ttg FORMULA-E : diikuti 4.616 voters. Dilaksanakan tgl 2-3 Jan 2029 (24 jam). Apakah balapan Formula-E diteruskan/dibatalkan. Hasilnya: Batalkan 94%, Teruskan 6%. Jadi jelas ya... Batalkan Formula-E !!,"cuit Andre Wenas, Sabtu (4/1/2020).

Warganet pun menambahkan hal lainnya terkait penolakan akan digelarnya Formula E yang menurut Anies  tak benar apa yang ditudingkan oleh warganet. Dirinya bahkan mengatakan tudingan warganet itu mengarang.

"Bukan hanya tidak benar, itu mengarang," ujar Anies, Jumat (3/1/2020) kemarin, yang tak ingin berkomentar lebih panjang lagi terkait Formula E dan banjir Jakarta. "Saya enggak mau komentarin dah," imbuhnya.

Tak hanya melakukan penolakan via jajak pendapat, warganet lainnya pun siap boikot perhelatan Formula E yang akan membuat Jakarta jadi fokus dunia pada nantinya seperti yang disampaikan Anies.

@oceanflyer1 : "We can assure you @FIAFormulaE that we will boycott your event in Jakarta. It is the WORST publicity that you can possibly get. Think about it," cuitnya.