Wagub Emil ketika meninjau kantor BPBD Jatim
Wagub Emil ketika meninjau kantor BPBD Jatim

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak melakukan kunjungan ke kantor BPBD Jatim yang ada di Waru, Sidoarjo, Senin (2/1). Di sana dia melihat posko banjir yang sudah didirikan.

Selain melihat posko, Emil juga berkeliling kantor mengecek persiapan alat-alat yang dimiliki BPBD. Di sana dia kemudian melakukan rapat singkat kurang lebih selama dua jam.

Ditemui usai memimpin rapat Emil menyatakan ada 15 daerah dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang rawan banjir. "Ibu Gubernur berikan imbauan berdasarkan BPBD, sejak akhir November. Satu minggu terakhir ada yang di Mojokerto, Madiun dan Bojonegoro," ujarnya.

Selain itu pihak Pemprov juga sudah menerbitkan SK siaga bencana. "Ini tadi yang mau diinventarisir langsung. Karena tugas kami tidak berhenti di mengimbau. Apakah dengan pegang surat itu mereka sudah bisa melakukan langkah yang diambil," tuturnya.

Emil melihat beberapa banjir di wilayah pada daerah yang sudah memegang SK belum sepenuhnya clear. "Daerah yang sudah tanda tangan SK, langkah apa yang sudah dilakukan mereka," lanjutnya.

Sebab itu pihak pemprov kemudian juga memilih melakukan kesiapsiagaan. "Sudah ada inventarisasi segala alat berat, alat evakuasi kami sudah meninjau. Termasuk kalau banjir juga adalah ketersediaan makanan darurat. Bahkan bukan hanya dicek, tapi kami juga coba. Rasanya baik, ada tanggal ekspayetnya," kata suami dari Arumi Bachsin ini.

Tak hanya sekedar melihat ketersediaan alat, Emil juga melakukan evaluasi agar pola distribusinya bisa efektif nanti. Sebab saat ini adalah bagaimana pihaknya melakukan respon. 

"Bisa melihat contoh Bengawan Solo. Ada yang terjadi banjir kiriman. Hujannya bisa saja tidak terjadi di sini, tapi banjirnya dikirim dari Bengawan Solo. Karena Bengawan Solo 30 persen di Jawa Tengah, tapi 70 persennya di sini di hilir. Maka kami juga ikut memantau secara aktif, kondisi hujan yang terjadi di Bengawan Solo," jelas mantan Bupati Trenggalek ini.

Meski demikian Emil tetap mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik. Yang perlu dilakukan saat ini hanya sebatas waspada saja. "Kalau panik kan sampai lari. Tapi jika waspada pasang mata dan telinga," imbuhnya.