Bupati Malang Sanusi saat memberikan penghargaan kepada kdpala SMPN yang meraih Adiwiyata Mandiri 2019. (Humas Pemkab for MalangTimes)
Bupati Malang Sanusi saat memberikan penghargaan kepada kdpala SMPN yang meraih Adiwiyata Mandiri 2019. (Humas Pemkab for MalangTimes)

Diganjarnya tiga sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Malang dengan penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK RI) pekan lalu membuat Bupati  Sanusi bangga.

Apresiasi tinggi pun disematkan  Sanusi kepada 3 kepala SMPN, yakni SMPN 1 Wajak, SMPN 1 Tumpang, dan SMPN 2 Kepanjen sebagai peraih tertinggi dalam apresiasi sekolah ramah lingkungan. Apresiasi tersebut disampaikan  dalam acara Kecamatan Berseri yang digelar di Pendapa Kabupaten Malang. 

"Saya atas nama Pemkab Malang tentu bangga dengan prestasi itu. Ini membuktikan bahwa program lingkungan hidup juga dijalankan dengan baik di berbagai sekolah.  Adiwiyata Mandiri itu penghargaan tertinggi. Jadi, ini prestasi membanggakan," kata Sanusi yang secara simbolis memberikan penghargaan kepada ketiga kasek peraih Adiwiyata Mandiri 2019.

Kebanggaan itu tentunya berkorelasi dengan manfaat bagi warga sekolah di dalamnya. Menurut Sanusi, raihan Adiwiyata Mandiri ini akan semakin mengubah perilaku warga sekolah untuk dapat melakukan budaya pelestarian lingkungan secara kontinyu. Selain itu, hal tersebut meningkatkan penghematan sumber dana dengan melalui pengurangan sumber daya dan energi, menghindari sejumlah risiko dampak lingkungan yang terdapat di wilayah sekolah, serta meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan aktivitas atau kegiatan operasional sekolah.

"Adiwiyata juga mampu menciptakan  kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah serta memberikan pembelajaran bagi generasi muda mengenai pemeliharaan serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar," urai Sanusi.

Berbagai manfaat itulah yang membuat politisi PKB juga meminta kepada seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk berlomba-lomba mengikuti jejak prestasi ketiga sekolah peraih Adiwiyata Mandiri 2019 ini.

"Saya harapkan seluruh sekolah bisa berlomba-lomba mewujudkan sekolahnya jadi Adiwiyata tahun depan. Sekali lagi masalah lingkungan hidup menjadi penting khususnya di tingkat pelajar sebagai generasi penerus masa depan," ujar Sanusi.

Permintaan Sanusi itu juga diikuti instruksi kepada Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk terus memfasilitasi terkait hal itu. Sehingga pihak sekolah pun tak sendirian untuk mewujudkannya.

"Dampingi sekolah-sekolah yang ada sehingga akan lebih efektif dan efisien untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata secara merata di Kabupaten Malang," ucapnya.

 Sanusi akan secara khusus nantinya melihat langsung sekolah peraih Adiwiyata Mandiri maupun yang dalam tahap binaan atau rintisan. "Secepatnya saya akan tinjau. Mungkin di awal-awal tahun saya kerjakan," imbuh Sanusi.

Budi Iswoyo, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, pun bersiap untuk terus melakukan fasilitasi terkait lingkungan hidup di berbagai sekolah.  Mantan kepala Dinas Pendidikan ini menyebutkan, kiprah DLH selama ini telah berhasil mengantarkan 3 SMPN di Kabupaten Malang meraih Adiwiyata tertinggi.

"Hal itu tentu juga jadi motivasi bagi pihak kami untuk terus melakukan fasilitasi. Kami proyeksikan tahun depan, dua sekolah yang akan raih Adiwiyata Mandiri," ucapnya.