Tiga SMPN di Kabupaten Malang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri (dalam foto) suasana asri dan sejuk di SMPN 2 Kepanjen. (Ist)
Tiga SMPN di Kabupaten Malang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri (dalam foto) suasana asri dan sejuk di SMPN 2 Kepanjen. (Ist)

Torehan prestisius lembaga pendidikan di Kabupaten Malang pada akhir tahun 2019 ini patut diapresiasi. Di tengah banyaknya persoalan yang masih harus terus diurai oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, capaian terkait lolosnya tiga SMPN menyabet predikat sekolah Adiwiyata Mandiri tentunya menjadi langkah positif menuju tahun 2020.

Pasalnya,  sabetan gelar Adiwiyata Mandiri oleh SMP Negeri 1 Wajak, SMP Negeri 1 Tumpang, dan SMP Negeri 2 Kepanjen menunjukkan Dinas Pendidikan memiliki tekad kuat menyukseskan program strategis di Kabupaten Malang, yaitu daya dukung lingkungan hidup di sektor pendidikan.

"Alhamdulillah bahwa di akhir tahun ini, 3 SMPN kita meraih predikat Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK RI). Penghargaan simbolis secara langsung diserahkan oleh Bapak Bupati Malang kepada perwakilan ketiga sekolah," ucap Rachmat Hardijono, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Minggu (22/12/2019).

Raihan Adiwiyata Mandiri bukanlah hal gampang didapatkan lembaga sekolahan. Persiapan bertahun-tahun sekaligus proses penumbuhkembangan kesadaran warga sekolah, baik siswa maupun pengajar terkait lingkungan hidup, bukanlah hal yang bisa terwujud seketika.

Hal inilah yang membuat Rachmat pun memberikan apresiasi tinggi kepada ketiga SMPN yang telah mengharumkan nama Kabupaten Malang di tingkat nasional. "Hal ini memperlihatkan bahwa seluruh sekolahan di Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan kualitas sekaligus menguatkan kesadaran atas lingkungan hidup sebagai modal terjaganya lingkungan di masa datang," ujarnya.

Seperti diketahui, Adiwiyata (green school) merupakan salah satu program KLHK yang memiliki tujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan serta juga kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup. Adiwiyata Mandiri sendiri merupakan suatu penghargaan khusus dengan penilaian berupa sekolah yang mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, juga penghargaan yang diberikan oleh presiden.

Jenjang mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri kriteria penilaiannya mencakup 4 aspek. Yaitu kebijakan sekolah yang mempunyai wawasan lingkungan hidup, kurikulum sekolah, pengelolaan sarana serta juga prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, dan aspek kegiatan lingkungan di sekolah yang berbasis partisipatif. Tentunya empat aspek itu tak gampang untuk diraih sebuah sekolah begitu saja.

"Tapi, 3 SMPN kita mampu mewujudkan hal itu. Adiwiyata Mandiri adalah penghargaan yang tertinggi untuk lingkungan hidup di sekolah. Harapan kami tentunya ini akan menjadi percontohan bagi sekolah lain ke depannya. Apalagi kita juga memiliki target seluruh sekolah menjadi sekolah Adiwiyata," ujar Rachmat.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Iswoyo juga memberikan apresiasi tinggi kepada 3 SMPN di Kabupaten Malang yang telah meraih penghargaan tertinggi dalam pelestarian lingkungan hidup di wilayah sekolah. Raihan itu, menurut Budi, patut jadi percontohan ke depannya bagi lembaga pendidikan lainnya.

"Pasalnya, dengan raihan itu, tiga sekolah tersebut sudah menerapkan pelestarian lingkungan sangat baik melalui beragam inovasi yang telah dilakukannya. Ini patut ke depannya jadi percontohan," ucap mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ini.

Budi juga mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan akan terus bersinergi untuk memfasilitasi sekolah lainnya untuk bisa mewujudkan sekolah Adiwiyata. Bahkan, pihak DLH Kabupaten Malang telah memiliki proyeksi di tahun depan untuk mengulang prestasi prestisius itu. "Tahun depan kami akan memproyeksikan dua SMP lainnya untuk dapat meraih predikat Adiwiyata Mandiri," ujarnya.