Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Malang Rini Mustikaningsih (kanan) saat memaparkan kesiapan BI menyambut libur Nataru. (Arifina Cahyanti Firdausi/MALANGTIMES)
Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Malang Rini Mustikaningsih (kanan) saat memaparkan kesiapan BI menyambut libur Nataru. (Arifina Cahyanti Firdausi/MALANGTIMES)

Libur Natal dan tahun baru (Nataru) menjadi momen masyarakat untuk berburu perbelanjaan. Hal itu dipicu lonjakan penyedia jasa yang berlomba menyediakan beragam program menarik untuk menggaet pengunjung.

Misalnya mal dan pusat perbelanjaan memberikan diskon menarik pada momen Nataru. Kemudian tempat wisata  juga kerap memberikan penawaran tiket menarik. Juga hotel dan yang lainnya.

Tak ayal, aktivitas masyarakat yang meningkat ini mulai diantisipasi Bank Indonesia (BI) Malang dengan menyiapkan uang tunai atau uang kartal sebesar Rp 1,89 triliun. Berdasarkan data dari BI Malang, jumlah tersebut mengalami kenaikan 19,8 persen dibandingkan periode 2018 yang  berjumlah Rp 1,5 triliun. 

"Untuk Nataru kali ini, kami menyiapkan  Rp 1,88 triliun. Terdiri dari Rp 1,87 triliun UPB (uang pecahan besar) dan Rp 18,79 miliar UPK (uang pecahan kecil)," ungkap Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Malang Rini Mustikaningsih, Jumat (20/12).

Ia menjelaskan, layanan penukaran uang di wilayah kerja BI untuk Nataru kali ini telah dibuka di 22 titik layanan di 9 bank umum dan 1 layanan di loket Bank Indonesia. "Sudah dimulai sejak 16 sampai 20 Desember ini. Sedangkan untuk kebutuhan nasabah dan internal perbankan masih diperbolehkan hingga 27 Desember, sesuai kebijakan masing-masing bank ya," imbuhnya.

BI mengimbau, masyarakat yang akan menukarkan uang untuk melakukannya di lokasi penukaran resmi. Hal itu untuk mencegah risiko peredaran uang palsu dan menjaga kualitas uang. "Kami harapkan bisa terpenuhi untuk penukaran uang. Diimbau juga bagi mereka agar tetap menerapkan 3D (dilihat, diraba, diterawang) untuk mewaspadai peredaran uang palsu," ucapnya.

Tak hanya itu. Guna memastikan setiap kegiatan transaksi nontunai berjalan dengan lancar dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, BI gencar mengoptimalisasikan sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).