Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (berhijab putih) saat menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila ke calon PMI dalam wujudkan duta bela negara dan pariwisata (Ist)
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (berhijab putih) saat menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila ke calon PMI dalam wujudkan duta bela negara dan pariwisata (Ist)

Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke luar negeri saat ini tak hanya memiliki keterampilan kerja dan penguasaan bahasa asing saja. Tapi juga diminta untuk benar-benar memahami terkait ideologi Pancasila serta nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Permintaan tersebut meluncur dari pemerintah pusat melalui Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah yang menggantikan Hanif Dhakiri saat menghadiri acara Happy Migrant Day 2019 di Kabupaten Malang. 

Penguasaan ideologi Pancasila yang diminta dikuasai para calon PMI ini dalam upaya ikut serta mencegah maraknya isu radikalisme yang masih menjadi isu panas. Selain juga membentengi para calon PMI nantinya setelah bekerja di luar negeri terkontaminasi berbagai ideologi yang tak selaras dengan Pancasila.

"Ini yang diminta pemerintah kepada seluruh calon PMI yang akan berangkat kerja ke luar negeri. Karena pada mereka lah kita berharap juga bahwa berbagai kekayaan dan keragaman  Indonesia bisa tersampaikan. Karena itu kita tetapkan PMI sebagai duta bela negara," ucap Ida di hadapan ribuan calon PMI Kabupaten Malang di Happy Migrant Day 2019.

Permintaan menjadi duta bela negara inilah yang kini terus dipersiapkan pemerintah. Dimana, untuk mewujudkan hal itu pemerintah sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait PMI dalam memberikan materi wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila.

Selain harapan besar PMI menjadi duta bela negara, Ida juga menyampaikan mereka juga ditetapkan menjadi duta pariwisata. Sehingga, tentunya dengan dua gelar yang disematkan pemerintah itu, berbagai pihak pun harus bergerak cepat dan sinkron untuk mewujudkannya.

“Kita memang harus bergerak cepat. Melakukan koordinasi dan memutuskan untuk memberikan wawasan kebangsaan dan ideologi kepada para calon pekerja migran. Tentunya butuh peran serta Pemda dan elemen lainnya," ujarnya yang juga menegaskan, "Jangan ragu, jadilah garda terdepan untuk menyampaikan sesuatu tentang Indonesia yang sangat besar ini,” imbuhnya.

Harapan besar pemerintah pusat itu pun disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Bupati Malang Sanusi menyampaikan, bahwa apa yang ditarget oleh pemerintah pusat, tentunya perlu ditindaklanjuti pemerintah daerah.

"Kita tentu akan menyambutnya. Karena apa yang diharapkan pemerintah untuk kebaikan PMI khususnya dan bangsa dan negara ini," ucap Sanusi yang secara langsung menerima penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait Kepedulian Tinggi Terhadap Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Persoalan radikalisme memang menjadi topik dan isu panas sampai saat ini, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Bahkan di Indonesia, berbagai kementerian dan kelembagaan secara bersamaan terus menyuarakan bahaya radikalisme.

"Karena itulah kita mendukung penuh apa yang disampaikan Ibu Menteri. Sehingga apa yang diharapkan ke PMI sebagai duta bela negara dan pariwisata bisa secepatnya terwujud juga," ujar politisi PKB.

Harapan besar itu pun sebenarnya telah mulai dirintis oleh Pemkab Malang, khususnya terkait bagaimana PMI bisa menjadi duta pariwisata. Dimana, para calon PMI dalam berbagai kegiatan juga dibekali berbagai pengetahuan terkait sektor pariwisata di Kabupaten Malang. Dengan harapan, agar mereka saat berada di luar negeri, juga ikut serta menyampaikan kekayaan pariwisata Kabupaten Malang.

"Tapi, dengan adanya harapan yang disampaikan Ibu Menteri itu, kita akan semakin fokus dan mantap untuk menguatkan hal itu," pungkas Sanusi.