Polres Blitar pres rilis ungkap kasus penggerebekan rumah karaoke yang sediakan kencan pemandu lagu.(Foto : Team BlitarTIMES)
Polres Blitar pres rilis ungkap kasus penggerebekan rumah karaoke yang sediakan kencan pemandu lagu.(Foto : Team BlitarTIMES)

Bisnis prostitusi di dalam sebuah rumah karaoke di Blitar terbongkar. Terbongkarnya praktik prostitusi ini setelah ada laporan dari sejumlah warga yang merasa curiga dengan keberadaan kamar di dalam tempat karaoke. Atas laporan dari warga ini Satreskrim Polres Blitar kemudian melalukan penggerebekan.

Hasilnya, ada tiga kamar yang berisi pasangan bukan suami istri. Diantara ketiga pasangan ini ada yang masih baru masuk, ada yang sudah selesai berhubungan badan layaknya suami istri. Bahkan satu pasangan masih belum sempat mengenakan pakaian saat digerebek.

Di rumah karaoke yang terletak di Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, pengelola menyediakan kamar untuk memudahkan praktik asusila. Ada lima kamar yang disediakan. Sementara pengunjung juga bisa memilih LC (Lady Companion) atau pemandu lagu untuk diajak kencan.

"Dari hasil interogasi, pihak pengelola menyediakan kamar dengan tarif antara Rp 70 hingga Rp 100 ribu. Sedangkan jasa layanan kencan tergantung dari hasil transaksi masing-masing pelanggan dengan LC atau pemandu lagu yang akan diajak kencan," ungkap Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto, Selasa (17/12/2019).

Dari penggerebekan itu polisi kemudian membawa sejumlah saksi dan barang bukti ke Mapolres Blitar. Mereka di antaranya pemilik karaoke, seorang karyawan, enam LC dan tiga pelanggan.

Dari hasil pemeriksaan polisi menetapkan pemilik karaoke berinisial AW (60) sebagai tersangka. Pasal yang diterapkan yaitu Pasal 296 KUHP, tentang mempermudah perbuatan cabul dan menjadikanya  mata pencaharian atau kebiasaan dengan ancaman hukuman 
penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

Untuk diketahui, penggerebekan dilakukan petugas Satreskrim Polres Blitar Selasa (17/12/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. "Kami meminta masyarakat untuk segera melapor jika ditemukan perbuatan yang menganggu ketertiban," pungkas Budi.(*)