Tersangka BD (kanan) saat menjalani proses penyidikan di Unit PPA Satreskrim Polres Malang
Tersangka BD (kanan) saat menjalani proses penyidikan di Unit PPA Satreskrim Polres Malang

Sepanjang proses penyidikan berlangsung, BD warga Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini hanya bisa pasrah saat dirinya dicerca beragam pertanyaan oleh polisi, Selasa (17/12/2019) siang.

Remaja 16 tahun itu, kini harus berurusan dengan Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, lantaran terbukti melancarkan aksi pencurian.

”Tersangka dilaporkan ke polisi karena sering melakukan pencurian. Selain uang, beberapa barang berharga seperti handphone (HP) juga dijadikan sasaran pencurian oleh tersangka,” kata Kanit Unit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Terakhir, BD dilaporkan mencuri di rumah tetangganya sendiri yang bernama M Amin, warga Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (15/12/2019).

”Di tempat tinggalnya, korban ini merupakan bendahara masjid. Sedangkan uang yang dicuri merupakan sumbangan dari para jamaah masjid yang dikelola oleh korban,” terang anggota polisi yang akrab disapa Yulistiana ini.

Malam hari, lanjut Yulistiana, menjadi saat dimana tersangka melancarkan aksinya. Setelah memastikan situasi aman, remaja 16 tahun itu akan masuk ke pintu samping rumah korban. Kebetulan pintu tersebut memang jarang terkunci.

Setelah itu, tersangka akan naik ke lantai dua rumah korban dengan cara memanjat dinding. Jika sudah ada di dalam ruangan lantai dua, tersangka seketika mengambil segebok uang yang disimpan korban di dalam tas.

Di sisi lain, korban yang mendengar ada suara berisik di lantai dua rumahnya, bergegas mendatangi sumber suara. Di saat bersamaan, korban mendapati tersangka yang saat itu hendak kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Tanpa menunggu lama, BD langsung diamankan oleh warga setempat setelah korban berteriak minta tolong, yang kemudian diserahkan ke pihak kepolisian. ”Dari hasil penyidikan, tersangka sudah sering melancarkan aksi pencurian di rumah korban (M Amin). Sasaran utamanya selalu uang, sekali beraksi tersangka bisa membawa kabur uang senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” sambung Yulistiana.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus pencurian yang dilakukan oleh BD. Tercatat, sudah ada banyak laporan yang diduga dilakukan oleh tersangka. Total sudah ada puluhan TKP (Tempat Kejadian Perkara).

”Kasusnya masih dalam pengembangan, diduga kuat jumlah TKP dan korban bakal bertambah. Kami masih memburu keterangan tersangka yang sementara ini mengaku tidak ingat sudah berapa kali melancarkan aksi pencurian,” terang Yulistiana.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka mengaku sudah melancarkan aksi pencurian sejak 6 bulan lalu. Sasarannya selalu rumah milik tetangganya. Salah satu lokasi yang paling sering dijadikan sasaran pencurian adalah kediaman M Amin.

”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat),” tutup Yulistiana saat ditemui awak media di sela agenda penyidikan di ruang Unit PPA Satreskrim Polres Malang.