Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana saat menggelar pelatihan bersama para personil. (eko Arif s /JatimTimes)
Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana saat menggelar pelatihan bersama para personil. (eko Arif s /JatimTimes)

Jelang pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Kediri pada 2020 nanti, Polresta Kediri mulai menggelar pelatihan 330 personel baik dari Polresta Kediri dan Polsek jajaran untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di hotel Bukit Daun, Kediri, Rabu (11/12/19).

Selain dari kepolisian juga dihadirkan pemateri perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri, serta perwakilan Satpol PP Kabupaten Kediri.

“Kami mengawali kegiatan pengamanan sedikit lebih cepat, karena ke depan pasti kegitan cukup padat sehingga dari awal anggota yang terlibat di lapangan dipersiapkan mulai sekarang,” kata Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana.

Menurut Kapolres, adanya pemateri dari KPU, Bawaslu, dan Satpol PP Kabupaten Kediri ini, personel yang berada di pos pengamanan serta di lokasi yang dianggap rawan dapat mengetahui potensi-potensi kerawanan. 

Diharapkan, setelah mengetahui potensi kerawanan, personel bisa melakukan tindak pencegahan.

“Kerawanan ini tidak hanya tindakan oknum tertentu, tapi juga mengantisipasi munculnya berita-berita bohong atau Hoaks,” kata dia

Ia menambahkan, "Kami sudah melakukan koordinasi untuk membahas apa saja yang masuk dalam pelanggaran Pemilu maupun pelanggaran lain yang dilakukan oleh peserta maupun pihak (oknum) tertentu,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Eka Wisnu Wardana mengatakan, dari KPU memberikan informasi mengenai perubahan Peraturan KPU (PKPU). Mulai tahapan rekrutmen badan ad hock, pendaftaran calon, sampai pelaksanaan pemilihan.

"Bukan hanya tahapan Pilbup saja yang perlu diperhatikan, tapi potensi-potensi kerawanan juga perlu diperhatikan. Meskipun pola kerawanan tiap pelaksanaan pemilihan ini terus berubah sehingga perlu pemetaan lokasi yang dianggap rawan. Harapannya, tidak sebatas pencegahan, tapi kami berharap kerawanan tidak terjadi lagi,”tandasnya.