Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi) saat melakukan tinjauan ke Pasar Induk Gadang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi) saat melakukan tinjauan ke Pasar Induk Gadang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Bagi para ibu rumah tangga, memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sudah menjadi hal yang penting. 

Namun, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering muncul kekhawatiran akan pasokan kebutuhan bahan pokok yang sulit ditemui di pasar.

Hal itu, biasanya karena jumlah pasokan menurun dan harga relatif naik. 

Sehingga pedagang tidak mau ambil resiko dalam menjual kebututan pokok di pasar.

Namun, rupanya hal itu tidak perlu dikhawatirkan. 

Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan kebutuhan pokok di libur Nataru aman untuk memenuhi keinginan warga Kota Malang. 

Bahkan, untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga itu Wali Kota Malang Sutiaji turun langsung melakukan pemantauan ke Distributor Pasar Besar, Pasar Induk Gadang, dan Gudang Baru Bulog Subdrive Malang siang ini (Rabu, 11/12).

Mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai, tomat, daging ayam, beras, telur, minyak goreng, tepung, dan gula menjadi fokus utama pemantauan kali ini. 

Lantaran, kebutuhan itu kerap mengalami kenaikan harga.

"Ketersediaan tidak diragukan, sehingga nanti distribusi itu bagaimana menjaga ketersediaan dan keterjangkauan agar stabil," ujar Sutiaji.

Ia menjelaskan, menjelang Nataru beberapa kebutuhan memang mengalami kenaikan.

Seperti tepung, telur dan gula yang kerap dipakai masyarakat untuk membuat makanan khas perayaan Natal dan Tahun Baru.



"Jelas naik, karena natal dan tahun baru kan membuat kue dan macam-macam kebutuhan di situ. Yang paling berpengaruh itu pasti telur dan tepung," imbuhnya.

Meski semua ketersediaan dipastikan cukup, namun untuk bawang merah dan telur relatif rendah. 

Namun hal itu tetap dipastikan tidak mempengaruhi pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat hingga pergantian tahun baru mendatang.

"Artinya tetap tercukupi, hanya bawang merah dan telur ketersediaannya rendah. Namun harga stabil, malah daging ayam yang menurun dari Rp 37 ribu menjadi Rp 32 ribu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Malang Anita Andreani juga memastikan persediaan beras untuk libur Nataru aman. 

Bahkan, pihaknya memastikan kerawanan kenaikan harga tidak terjadi melihat keadaan hingga kini yanv relatif stabil.

"Di kita masih aman, kita tetap membuka pengadaan. Jadi setiap ada kegiatan pasar murah atau bazar kita siap," ungkapnya.