Pengosongan kotak suara oleh KPU Kota Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Pengosongan kotak suara oleh KPU Kota Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar mengosongkan 2390 kotak suara bekas Pemilu 2019, Selasa (10/12/2019). Kotak suara tersebut berisi surat suara hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden, DPRD kota, DPRD provinsi serta DPD.

Surat suara Pemilu dalam kotak tersebut selanjutnya akan dimusnahkan dalam bentuk lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang.

Kasubag Umum Sekretariat KPU Kota Blitar, Chrisetyo Widyaksono mengatakan, pengosongan kotak suara Pemilu 2019 berdasarkan surat instruksi Sekjen KPU RI Nomor 1570 tahun 2019 tentang Tata Kelola Logistik Pasca Pemilu 2019. Dalam surat instruksi itu terdapat pengosongan kotak suara dan pemusnahan surat suara Pemilu 2019.

"Jadi semua isi kotak suara kita kosongkan terutama surat suara. Jadi untuk surat suara pemililu 2019 itu kebetulan izin pemusnahan dari sekjen sudah turun," jelas Chrisetyo.

Menurutnya, pihaknya telah menimbang terlebih dahulu berat kertas surat suara sebelum diajukan lelang. Selain itu, KPU juga mencari informasi harga kertas bekas ke pedagang loak untuk menentukan harga limit baru kemudian diajukan ke KPKNL.

"Yang dikosongkan 2390 kotak suara. Jumlah ini banyak karena pada Pemilu 2019 satu TPS butuh lima kotak suara," sambungnya.

Sedangkan kotak suara pemilu 2019, menurut Chrisetyo, setelah dipilah kondisinya, akan dilaporkan ke Sekjen KPU RI apakah masih bisa digunakan untuk  pemilihan Wali Kota 2020.

"Untuk kotak suaranya sedang kita data, dipilah dulu mana yang baik dan rusak berapa baru kita ajukan ke sekjen untuk penghapusan," tegasnya.

Selain itu, KPU Kota Blitar juga sudah mengalokasikan anggaran pengadaan kotak suara untuk Pilwali Kota Blitar 2020. Jumlah kotak suara yang dibutuhkan untuk Pilwali Kota Blitar 2020 menurutnya, sekitar 377 kotak suara.

"Kita masih menunggu instruksi dari Sekjen KPU RI apakah nanti yang masih baik digunakan lagi atau tidak tetapi untuk pilwali 2020 kita sudah menganggarkan untuk kotak suara," tandasnya.