Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menunjukkan barang bukti saat rilis di Mapolres Batu, Senin (9/12/2019).
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menunjukkan barang bukti saat rilis di Mapolres Batu, Senin (9/12/2019).

Tindakan tegas dilakukan jajaran Polres Batu terhadap pelaku kejahatan. Salah satunya dengan menghadapi timah panas. Seperti halnya yang dilakukan terhadap Suyanto (23) lantaran melawan saat dibekuk petugas Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Batu. 

Hadiah timah panas itu mengenai bagian kaki warga Dusun Krajan, Desa Ampelsari, Kecamatan Paserpan, Pasuruan. 

Tersangka merupakan residivis pencurian motor (Curanmor) bersama Suer (38) warga Dusun Kudu, Desa Tempuran, Kecamatan Paserpan, Pasuruan. Terakhir kedua tersangka ditangkap karena melakukan pencurian sepeda motor di jalan Samadi, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Mereka itu mengambil satu unit motor jenis Ninja. Kemudian 25 Oktober lalu mendapatkan laporan warga kehilangan 1 unit sepeda motor Ninja di Jalan Samadi.

“Dari laporan itu kami langsung melakukan penyelidikan di TKP dan mengumpulkan barang bukti melalui CCTV di lokasi. Dalam pemeriksaan sementara, pasangan curanmor ini beraksi sejak tahun 2019,” ungkap Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama. 

“Mereka mengakui telah membawa kabur motor di empat TKP Kota Batu dan dua TKP di Kota Malang,” imbuhnya saat rilis kasus di Mapolres Batu, Senin (9/12/2019).

Ia menjelaskan saat akan ditangkap keduanya berusaha melarikan diri dan melawan petugas. Alhasil timah panas petugs menembus kaki tersangka.

Dalam pengakuannya, motor hasil curian mereka jual kepada seorang bernama bernama Suhada asal Kabupaten Pasuruan. Saat ini, Suhada sudah diamankan oleh Polres Pasuruan karena kasus narkotika. 

Tersangka mengakui  dari hasil mencuri motor, mereka mendapatkan uang Rp 7 - Rp 11 juta. Uang itu disebutkan telah habis untuk bersenang-senang.

“Akibat perbuatannya itu mereka dijerat dengan pasal 363 ancaman hukuman maksimal 9 tahun,” tutup Harvi.