Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mendorong penderita disabilitas menuju ruang ujian teori (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)(foto : Joko Pramono/jatim Times)
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mendorong penderita disabilitas menuju ruang ujian teori (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)(foto : Joko Pramono/jatim Times)

Untuk merayakan hari disabilitas dunia yang jatuh setiap tanggal 3 Desember, Polres Tulungagung  memberikan SIM gratis bagi penyandang disabilitas, Rabu (4/12/19).

Penyerahan SIM dilakukan langsung  Kapolres Tulungagung AKBP Eva guna Pandia, kepada penyandang disabilitas.

”Hari ini ada 10 saudara kita penyandang disabilitas yang kita gratiskan mendapatkan SIM," ujar Kapolres.

Namun untuk mendapatkan SIM gratis ini penyandang disabilitas juga harus melalui prosedur seperti layaknya orang normal, yaitu harus tetap mengikuti ujian teori maupun praktek.

Menurut Kapolres semua penyandang disabilitas bisa diberikan SIM asalkan dia bisa menaiki sepeda motor.

"Cacat kakinya, tanganya asalkan bisa naik motor kita beri, kalau buta enggak," terang Kapolres.

Kapolres menegaskan agar seluruh pengendara yang sudah mempunyai SIM, tetap berkendara dengan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada.

Sementara itu salah satu penyandang disabilitas yang mendapatkan SIM gratis, Mulyono warga Doropayung kecamatan Sumbergempol, mengaku senang mendapatkan SIM C pertamanya.

"Ya seneng," ujar pria yang menderita cacat akibat penyakit polio itu.

Sebelum mempunyai SIM Mulyono, pernah dua kali terkena tilang dari anggota polisi.

Mulyono mengaku menggunakan sepeda motor untuk keperluan sehari-hari nya. Dirinya memodifikasi kendaraan motor jenis bebek pada bagian roda belakang dan perseneling agar bisa dikendarai olehnya.

"Ya dimodifikasi sendiri seperti persneling menggunakan tangan dan belakang ditambah 1 jadi 3," terang pria pembuat sangkar burung itu.