Kepala Disparbudpora, Suhendro Winarso tengah bersama pengurus Baparda Kabupaten Blitar.(Foto: Malik Naharul/ BlitarTIMES)
Kepala Disparbudpora, Suhendro Winarso tengah bersama pengurus Baparda Kabupaten Blitar.(Foto: Malik Naharul/ BlitarTIMES)

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di Kabupaten Blitar, Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar terus berupaya membuat terobosan untuk menarik kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengatakan selain menyiapkan rebranding tagline Amazing Blitar menjadi Blitar Land Of Kings, pihaknya juga terus berkolaborasi dengan steakholder. Kali ini dengan menyiapkan pariwisata berbasis digital sebagai instrumen untuk menarik minat kunjungan dan memobilisasi wisatawan milenial.

"Tagline Amazing Blitar itu bagus tapi sambil berjalan kita kenalkan untuk 2020 menuju Blitar Land of Kings untuk rebranding. Selain itu, kita juga ingin menjaring segmen pasar kaum milenial sangat penting karena kehadiran mereka di sosial media berpengaruh besar bagi pariwisata. Tentunya pengembangan pariwisata berbasis digital," katanya.

Menurutnya, platform pariwisata dengan tagline Blitar Land of Kings ini merupakan platform baru di dunia pariwisata. Dengan mengangkat filosofi dan sejarah ini nantinya akan menjadi terobosan baru yang digunakan oleh Kabupaten Blitar.

"Mungkin Blitar Land of Kings ini platform pariwisata yang baru dan baru Blitar yang mengankat pariwisata dari sisi filosofi dan sejarah, daerah lain belum ada. Yang lain mungkin lebih ke destinasinya dan potensi-potensi lainnya, tetapi kita dengan sejarah yang luar biasa yang dimiliki Blitar ini untuk menarik wisatawan untuk belajar tentang sejarah dan kepemimpinan," terangnya.

Untuk itu, lebih lanjut Suhendro menambahkan salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata akan terus dilakukan, terutama memanfaatkan teknologi digital. Diantara dengan membangun jejaring dengan komunitas-komunitas pegiat teknologi informasi dan komunikasi dan pegiat sosial media untuk membuat start up- start up pariwisata.

Nah untuk mendukung itu, mau tidak mau kita sekarang hidup di era digital, maka kita di Dinas Parbudpora terus berupaya terus membangun jejaring seperti dengan relawan TIK dan Bapparda ini untuk membangun pariwisata berbasis digital agar Blitar lebih dikenal secara luas," tukasnya.(*)