Sosialisasi pembentukan Koperasi yang digelar Disnakkan Pemkab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Sosialisasi pembentukan Koperasi yang digelar Disnakkan Pemkab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar terus mendorong peningkatan SDM bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang produk hasil asal hewan. 

Setelah menggelar beberapa pelatihan serta studi banding terhadap pelaku usaha kecil menengah (UKM), kini Disnakkan Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi pembentukan koperasi bagi pelaku UKM dan praktek produk olahan.

Bertempat di Hotel Puri Perdana Kota Blitar, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 60 orang pelaku UKM dan yang sudah tergabung dalam koperasi ada 27 orang. 

Selain itu anggaran yang digunakan berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2019.

Kepala Bidang Budidaya dan Pengembangan Ternak, Disnakkan Kabupaten Blitar Indriawan Wicaksono mengatakan, pembentukan koperasi ini diharapkan bisa memberikan perubahan terhadap pelaku UKM, terutama dalam mengembangkan usahanya serta mempermudah proses perizinan produk pelaku UKM.

"Kegiatan untuk mengfasilitasi para pelaku UKM yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan yang bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan UKM di Kota Batu yang sebelumnya juga kita adakan setudi banding disana. Dari 60 orang peserta ada 27 peserta yang sudah tergabung dalam koperasi produk olahan sejahtera," ungkap Indriawan Wicaksono saat ditemui BLITARTIMES pada Selasa (3/12/2019).

Dia menambahkan adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi bagi pelaku UKM untuk meningkatkan kualitas produknya melalui Koperasi. 

Terutama peningkatan produk dalam hal perijinan nantinya diharapkan bisa lebih mudah melalui pengajuan kolektif.

"Diharapkan para pelaku UKM ini bisa tergantung dalam koperasi tersebut, dan bisa mengembangkan usahanya. Sengan adanya koperasi diharapkan terkait perizinannya bisa dilakukan secara kolektif. Terutama terkait perijinan BPOM itu pengajuannya sangat sulit sekali," jelasnya.

Lebih lanjut Indrianto mengatakan, pembentukan koperasi ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para pelaku UKM menjalankan usahanya secara bersama-sama. 

Selain itu, juga untuk menyatukan para pelaku UKM agar bisa bertukar pemikiran dan sharing produk yang mereka masing-masing.

"Selain perijinan bisa lebih efisien, dengan koperasi diharapkan para pelaku UKM ini bisa melakukan pengelolaan secara bersama-sama. Misalkan terkait perkoperasian, sharing produk dan berbagai permasalahan yang dihadapi bisa diatasi bersama-sama," tandasnya.(*)