Kades Nyawangan, Kecamatan Sendang, Sabar ketika mendatangi kandang sapi  salah satu warga. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kades Nyawangan, Kecamatan Sendang, Sabar ketika mendatangi kandang sapi salah satu warga. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung belum mengetahui peristiwa matinya beberapa sapi milik warga Nyawangan, Kecamatan Sendang,  yang diduga akibat mengonsumsi racun. Dinas Peternakan  secepatnya akan melakukan investigasi atas kematian itu.

“Kami akan secepatnya melakukan investigasi ,” ujar kepala Dinas Peternakan Tulungagung melalui Kabid Kesehatan Hewan Muljanto, Selasa (3/12/19).

Investigasi akan dilakukan meliputi menelusuri kematian sapi itu. Juga meminta keterangan warga atau pemilik terkait kematian sapi itu dan bangkai sapi akan diperiksa jika masih ada. “Kalau sudah dijual, kami  telusuri lebih lanjut,” terang Muljanto.

Saat ini pihaknya mengaku masih minim informasi atas kejadian itu. Pasalnya, masih belum ada laporan kejadian itu di dinasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Meski harus diakui, pihaknya terkendala dengan tidak adanya barang bukti sapi yang diduga diracun. Untuk membuktikan sapi itu diracun atau tidak, dibutuhkan otopsi seperti kasus penganiayaan kucing beberapa waktu lalu. “Untuk memastikan kematian sapi itu dibutuhkan otopsi, mirip kasus kucing yang kemarin itu,” ujar Hendi melalui telepon.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga ternak sapinya.

Sebelumnya, ketenangan warga Nyawangan terusik. Pasalnya, di desa yang menjadi sentra susu sapi ini, ada delapan  sapi yang mati secara misterius dalam satu bulan terakhir. Padahal sehari sebelumnya, sapi yang mati masih dalam keadaaa sehat. “Warga mengira sapi itu mati karena racun,” ujar Kades Nyawangan Sabar, Selasa (3/12/19).

Dari delapan sapi yang mati itu, enam ekor terdapat di Dusun Puthuk dan dua ekor di Dusun Klanggeran.  Di desa ini populasi sapi sekitar 6 ribu ekor dan sekitar 90 persenya merupakan sapi perah.

Sebelum mati, sapi melenguh secara keras, lalu jatuh. Setelah terjatuh, sapi bangun lagi, lalu kembali jatuh dan mati.