Bupati Jember dr Faida saat memberikan pernyataan terkait robohnya proyek Kantor Kecamatan Jenggawah. (foto : M. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Bupati Jember dr Faida saat memberikan pernyataan terkait robohnya proyek Kantor Kecamatan Jenggawah. (foto : M. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Robohnya proyek Kantor Kecamatan Jenggawah, Jember, senilai lebih dari Rp 2 miliar yang dikerjakan  PT  Andaya Breka Kontruksi mendapat perharian serius dari Bupati dr Faida MMR.

Bahkan, sebelum proyek ini roboh, bupati sudah mengingatkan kepada pelaksana untuk menghentikan proyek tersebut. Itu karena spesifikasi yang digunakan tidak sesuai.

"Saya sangat prihatin dengan robohnya proyek di Kecamatan Jenggawah. Kalau pelaksananya mematuhi aturan, saya yakin tidak akan ada musibah ini. Sebelumnya sudah saya ingatkan agar dihentikan. Gapi rupanya tetap dilanjutkan," sesal bupati.

Faida meminta agar pihak berwajib mengusut kasus ini secara tuntas. Tujuannya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Tadi begitu mendapat informasi adanya proyek kecamatan yang roboh, saya langsung koordinasi dengan forpimda, khususnya jajaran kejaksaan dan kepolisian, agar peristiwa ini diusut dengan tuntas," tandas bupati.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek renovasi dan interior Kecamatan Jenggawah pada Selasa pagi roboh dan mengakibatkan satu  kuli panggul semen harus dilarikan ke puskesnas terdekat.

Polisi sendiri melalui unit tipikor saat ini sedang melakukan olah TKP dengan memberikan garis police line di Kantor Kecamatan Jenggawah.  (*)