Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Drg Kartika Trisulandari. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Drg Kartika Trisulandari. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Ada bencana atau melihat kecelakaan di wilayah Kota Batu, masyarakat bisa mengadukan hal tersebut di Public Safety Center (PSC) 119 yang baru saja dilaunching. Ya melalui PSC 119 itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu membuka selebar-lebarnya bagi masyarakat Kota Batu 24 jam.

Kepala Dinkes Kota Batu Kartika Trisulandari mengatakan, PCS 119 ini membuka keluhan dan informasi masyarakat selama 1x24 jam. Melihat banyaknya kejadian atau musibah yang tidak terduga saat malam hari.

“Kami ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, jadi saat dibutuhkan sewaktu-waktu melalui PSC 119 kita bisa gerak cepat,” ungkap Kartika. 

Juga untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kegawatdaruratan, mempercepat respon penanganan korban, serta menyelamatkan jiwa dan kecacatan. Serta untuk mendukung sektor kepariwisataan Kota Batu.

Bagi yang akan menginformasikannya bisa menghubungi call center milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu di 0341 513487. Saat ini kantornya juga berpusat di PMI Kota Batu di Jalan Kartini, Kecamatan Batu.

“Kita masih gabung sama PMI Kota Batu, sekaligus dengan kantornya masih jadi satu di kantor PMI Kota Batu. Namun ke depan kami akan terus melakukan pembenahan yang terbaik,” imbuhnya.

Menurutnya PSC 119 di Kota Batu sama dengan PSC 119 di Kota Malang yakni ketika terjadi sebuah kebencanaan dan kecelakaan di Kota Batu maka masyarakat bisa menghubungi call center. Nantinya petugas medis datang ke lokasi yang diinformasikan.

“Dilaunchingnya PSC ini sebagai upaya meminimalisir angka kematian akibat dari kesalahan penanganan kedaruratan dari masyarakat yang tidak mengetahui ilmu medis,” tambah dokter gigi ini.

“Sehingga saat darurat kita akan langsung luncurkan bersama dengan ambulance. Jika itu ada yang daurat, kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang bersifat darurat tersebut,” tutupnya.