Bupati Malang M Sanusi (tengah kenakan batik dan berkopiah) saat meninjau langsung rumah terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo Kecamatan Jabung (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bupati Malang M Sanusi (tengah kenakan batik dan berkopiah) saat meninjau langsung rumah terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo Kecamatan Jabung (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Awan petang diiringi hujan deras dan angin kencang membuat warga Dusun Jatiarjo Rekesan Kelurahan Gunungjati Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang panik tak karuan. Angin yang begitu kencang membuat genting dan atap sebagian rumah warga di Dusun Jatiarjo beterbangan.

Warga pun memilih berhamburan ke luar rumah dengan membawa peralatan seadanya untuk sekedar berteduh di bawah hujan yang cukup deras. Mereka memilih keluar rumah lantaran takut terjadi sesuatu jika tetap bertahan di dalam rumah. Beberapa anak dan balita pun terdengar menangis sesenggukan lantaran takut.

"Wingi sonten mbak niku lek angin kalian udan. Kabeh podo mlayu metu omah mbak, udan-udanan. Angine teko tekan arah kulon mbak (Kemarin sore mbak kejadiannya. Warga berhamburan ke luar rumah dan memilih hujan-hujanan. Angin datang dari arah Barat mbak; red)," kata salah satu warga RT 20 RW 7 Dusun Jatiarjo Rekesan Kelurahan Gunungjati Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Sai pada MalangTIMES, Selasa (3/12/2019).

Angin yang disertai hujan itu menurutnya membuat atap rumahnya beterbangan. Sementara sebagian tembok rumah bagian belakangnya juga ambruk. Namun dia belum menghitung pasti berapa kerugian yang ia dapat dari musibah yang menimpanya itu.

"Angin e banter mbak, sekitar setengah jam mbak. Terus warga mlebu omah maneh (Angin kencang berlangsung sekitar setengah jam, kemudian kami masuk ke rumah lagi; red)," tambahnya.

Setidaknya memang ada 59 rumah terdampak akibat musibah angin kencang yang terjadi di Dusun Jatiarjo Rekesan Kelurahan Gunungjati Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Tidak ada korban dalam kejadian yang cukup memprihatinkan itu.

Mendengar kabar itu, Bupati Malang M. Sanusi beserta rombongan pun meninjau dan menyambangi langsung warga terdampak bencana. Dengan mengendarai mobil dinasnya, Sanusi beserta rombongan tiba di Dusun Jatiarko pada Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 09.30 WIB.

Rombongan Sanusi langsung disambut oleh warga yang menunggunya. Tiba di lokasi pertama, pria yang akrab disapa Abah Sanusi itu berbincang dengan warga terdampak serta menyerahkan beberapa sembako sebagai bentuk bantuan. Dia berbincang dan menanyakan apa-apa saja yang dikeluhkan warganya pasca bencana yang menimpa.

Sesekali dia memperlihatkan rasa prihatin dengan menepuk bahu pemilik rumah atau warga terdampak. Beberapa kali dia juga meminta perangkat desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mendata ulang kebutuhan warga.

"Pak Bambang (Kepala BPBD Kabupaten Malang), nanti segera didata ya, ini rumahnya segera dibenahi," katanya di sela peninjauan langsung.

Saat mengunjungi rumah beberapa warga terdampak, Sanusi memilih mengendarai roda dua sendiri. Sebuah kendaraan bebek ia kendarai sendiri saat menyambangi satu per satu warga terdampak. Dia tampak gesit menyambangi rumah warga satu per satu. Saat dipersilahkan mampir ke rumah warga, dia juga menyempatkan mengobrol bersama warga. Dia juga terlihat melepas sepatu fantofel miliknya saat memasuki rumah warga.

"Nanti dibenahi nggih pak omahe (nanti dibenahi ya pak rumahnya; red)," kata Sanusi saat berbincang dengan warga.

Saat menuju rumah yang lain, Sanusi juga disapa dengan tangisan warga. Seorang perempuan paruh baya yang tengah mengenakan daster tak kuasa menahan tangis saat dihampiri Sanusi. Perempuan itu pun langsung bercerita tentang kondisi rumahnya yang rusak akibat tersapu angin kencang.

"Nggih pak, itu rusak," katanya dengan mengusap air mata.

"Pak Bambang nanti dibenahi," kata Sanusi menyambung.

Sementara itu, ditemui wartawan usai meninjau dan bertemu warga terdampak, Sanusi menyampaikan jika setiap jenis bencana memang tak dapat diprediksi. Namun ia tetap mengingatkan agar masyarakat waspada dengan kemungkinan yang terjadi. Terlebih di musim peralihan seperti sekarang.

Dia menjelaskan, Pemkab Malang melalui Perangkat Daerah (PD) terkait akan segera menyalurkan bantuan yang dibutuhkan. Saat ini dia memerintahkan agar segera diinventarisir setiap kebutuhan warga terdampak. Selanjutnya agar diselesaikan secara lebih cepat oleh PD berkaitan.

"Supaya hari ini didata apa saja kebutuhannya, besok sudah harus selesai dan anggaran segera dicairkan," tegasnya.

Dari data BPBD Kabupaten Malang, tercatat ada 59 rumah terdampak musibah angin kencang tersebut. Dari total rumah yang terdampak tersebut, 12 rumah mengalami rusak berat, enam rumah rusak sedang, dan 41 rumah rusak ringan.