Deretan jajanan Lokab Halokes di Festival Kuliner Kota Batu. (Foto; Irsya Richa/MalangTIMES)
Deretan jajanan Lokab Halokes di Festival Kuliner Kota Batu. (Foto; Irsya Richa/MalangTIMES)

Bermodalkan waktu selama lima hari, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DiskumdagKota Batu melatih para Pedagang Kali Lima (PKL) yang ada di 24 desa/kelurahan Kota Batu. Hasilnya para PKL itu diajak untuk menjajakan kulinernya di mall.

Bagi kalian yang penasaran dengan jajanan PKL tapi yang sudah diberi binaan seperti apa yang tergabung dalam Lokab halokes? Yuk merapat mencicipi beragam kuliner di parkiran VIP Lippo Plaza Batu, pada 29 November-3 Desember 2019.

Para Lokab Halokes itu di sana menjual beragam jajanan dengan harga terjau, seperti keripik dari olahan buah, cilok, cireng, pisang cokelat, stik kentang, sate tahu, dan lain sebagainya. Tentunya masih ada jajanan lainnya karena ada 35 stan yang disuguhkan di sana.

“Sebelum teman-teman PKL ini kalau kami menyebutnya Pedagang Kreatif Lapangan kami bina dulu, dan sekarang ini seperti prakteknya,” ungkap Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono.

“Kami mengajak para PKL ini sekaligus belajar mentalitas setelah dilatih. Supaya mereka bisa berkembang mental kewirausahaannya,” imbuhnya.

Pemkot Batu mengajak para Lokab halokes juga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) goes to Mal agar bisa bersaing dengan lainnya. “Karena kita ingin Kuliner Goes to Mall, dan bisa  lebih bermanfaat bagi mereka,” tambah mantan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Batu.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan, agar ke depan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) dapat menjaga kualitas packaging, Lalu mutu dan higienitas makanan untuk dipersembahkan kepada pengunjung dalam setiap momentnya.

“Ya seperti ini PKL hangan dibinasakan tapi dibina, membuat produk yang tidak kalah dengan yang sudah berkembang. Sehingga ke depan bisa berjualan di even-even besar dengan packaging yang layak,” harap Punjul.

Sedang even ini merupakan rentetan dari Hari Ulang Tahun Kota Batu ke 18 tahun.