Ketua Dekranasda Kabupaten Malang Anis Zaida (kiri) bersama Bupati Malang Sanusi, Sekda Didik Budi, dan Ketua DPRD Didik Gatot Subroto setelah meresmikan UKM Center di area Pendapa Kabupaten Malang. (nana)
Ketua Dekranasda Kabupaten Malang Anis Zaida (kiri) bersama Bupati Malang Sanusi, Sekda Didik Budi, dan Ketua DPRD Didik Gatot Subroto setelah meresmikan UKM Center di area Pendapa Kabupaten Malang. (nana)

Gairah memajukan perekonomian masyarakat melalui usaha kecil dan menengah (UKM) terlihat menggeliat di Kabupaten Malang. Walau tentunya belum sesuai ekspektasi  masyarakat banyak, greget Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini patut diapresiasi. 

Contoh terbaru adalah dengan dibuka dan diresmikannya galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) atau UKM Center di area Pendapa Kabupaten Malang Jalan KH Agus Salim, Kota Malang.

Pembukaan sekaligus diresmikannya UKM Center ini tentunya kembali melahirkan asa bagi para pelaku UKM. Apalagi, asa para pelaku UKM ini seiring dengan apa yang disampaikan Bupati Malang Sanusi bahwa UKM Center bisa jadi display atau etalase hasil produksi UKM se-Kabupaten Malang.

“Harapan saya, berbagai produk hasil kerajinan, kesenian, hingga olahan minuman dan makanan UKM Kabupaten Malang semakin dikenal publik dan laris manis di pasaran. Lewat UKM Center ini, pelaku UKM bisa semakin meningkatkan taraf hidupnya,” Ucap Sanusi, Jumat (29/11/2019) saat mendampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Malang Anis Zaida, yang juga istri orang nomor satu di Kabupaten Malang ini.

Sanusi bahkan mengatakan, bila UKM Center telah berjalan, Pemkab Malang akan mengarahkan para tamu luar daerah untuk menjadikan produk UKM di sana sebagai buah tangan mereka. “Kalau ada kegiatan dan tamu kunjungan di Kabupaten Malang, diminta singgah ke sini. Atau, ketika ingin  oleh-oleh, harus beli di UKM Center ini," ujarnya.

Harapan dan tujuan diresmikannya UKM Center itu mengingatkan masyarakat atas bangunan yang serupa di areal yang sama di Pendapa Kabupaten Malang. Yakni, bangunan yang dinamakan Rumah Kopi (Kafe) Amstirdam yang dibuka sejak 2018 lalu. Sebuah ruangan yang dibangun ulang oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang serta pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Kafe Amstirdam yang kini semakin terlihat sepi pengunjung atau bahkan bisa dikatakan tak beraktivitas layaknya sebuah kafe itulah yang membuat beberapa narasumber MalangTIMES yang tak berkenan disebut namanya khawatir bahwa peresmian UKM Center setali tiga uang dengan Kafe Amstirdam.

“Kami hanya khawatir saja bila itu terjadi ke UKM Center. Kafe Amstirdam yang dulu ditujukan bukan sekadar untuk jualan, tapi juga diharapkan bisa menjadi perantara para pebisnis khususnya di bidang kopi untuk bisa membuka peluang dengan para usahawan untuk bisa berjualan, berdagang, bahkan ekspor dan impor kopi. Nyatanya sepi sekarang,” ujarnya kepada MalangTIMES.

Walau tak ingin menilai terlalu jauh kondisi yang dialami Kafe Amstirdam karena bukan ranah dan kewenangannya, ASN Pemkab Malang ini berharap sama dengan apa yang disampaikan oleh Sanusi. “Harapan saya sama dengan Pak Bupati agar UKM Center ini bisa menjadi pelaku UKM semakin naik kesejahteraannya. Semoga tak terjadi seperti yang dialami oleh Kafe Amstirdam itu,” imbuhnya.

Kekhawatiran itu beralasan dengan banyaknya ruang yang ditujukan untuk eksistensi para pelaku UKM yang jumlahnya di Kabupaten Malang tercatat sebanyak 419.882 unit pada tahun 2017 lalu tapi ternyata dalam praktiknya tak mampu memberikan ruang representatif bagi para UMKM ini. Bisa dikarenakan lokasi gedung yang terlalu eksklusif sampai pada pengelolaannya yang tak professional. Sehingga gedung atau tempat yang diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian rakyat ini pun akhirnya terbengkalai dan jauh dari asa yang awalnya disampirkan.

Contoh lain selain Kafe Amstirdam yang kini loyo dan tak sesuai ekspektasi awal, juga terlihat dengan adanya gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Malang yang berdiri di atas luas lahan 2.500 m2 dan diresmikan tahun 2017 oleh Menteri Koperasi UKM (saat itu ) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Gedung berlantai dua dengan berbagai fasilitas terbilang lengkap ini pun tak pernah tersiar kabarnya lagi.

Hal ini selain karena lokasi gedung yang tertutup Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, juga dimungkinkan karena tak adanya tindak lanjut pemanfaatan dan rencana ke depan secara baik.