Sosialisasi kewirausahaan bagi alumni pelatihan batik, perajin batik dan Pertakina digelar Disnaker Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Sosialisasi kewirausahaan bagi alumni pelatihan batik, perajin batik dan Pertakina digelar Disnaker Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar kembali menggelar sosialisasi kewirausahaan. Kali ini, sosialisasi diikuti sebanyak 100 peserta alumni pelatihan membatik, perajin batik dan anggota Pertakina.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Ilhami, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jumat (29/11/2019). Sosialisasi kewirausahaan dengan tema “Kegiatan Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja Melalui Wirausaha Baru, Terapan TTG, TKM dan TKS dibuka langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Haris Susianto. 

Dalam kesempatan tersebut, Haris menyampaikan pihaknya sangat berharap kegiatan ini berdampak pada pelestarian budaya batik. Terlebih, batik telah mendapat penghargaan dari Unesco di tahun 2009 lalu sebagai warisan budaya dunia.

“Batik ini (pelatihan dan sosialisasi) kebetulan merupakan usulan dari Musrenbang tahun kemarin yang kita realisasikan di tahun ini. Ini saya harapkan ada kekhasan, karena batik ini (pesertanya) dari pelatihan batik angkatan 1 dan 2 dari pelatihan batik di Sutojayan," ujarnya. 

"Di Sutojayan itu ada tradisi siraman Gong Kiai Pradah. Meskipun batik jumput tapi saya harapkan nanti ada kekhasan,” ungkap Haris kepada BLITARTIMES usai membuka acara sosialisasi.

Menurut Haris, sosialisasi hari ini tidak hanya dari alumni peserta pelatihan saja, kegiatan ini juga diikuti perajin batik dan Anggota Pertakina. Pihaknya berharap, mereka seluruhnya dapat mengembangkan industri kerajinan batik di Kabupaten Blitar.

“Jadi yang sudah berwirausaha pun kita beri sosialisasi, hari ini diberikan materi seputar pemasaran online oleh narasumber pakarnya pemasaran online,” paparnya.

Haris berharap, peserta yang mendapat bekal pelatihan dan sosialisasi kewirausahaan dari dinas dapat membuka usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat. ”Kita ingin dengan berkembangnya wirausaha dapat menyerap tenaga kerja," sebutnya. 

Selain itu, dia juga meminta peserta agar teknis pengetahuan dan ketrampilan yang sudah diperoleh bisa dikembangkan. "Pendampingan kita tidak putus di sini, kami akan terus koordinasi dan menerima konsultasi bila ada permasalahan atau kendala dalam menjalankan usaha,” tukas kepala dinas yang dikenal supel dan ramah.

Sementara itu Zainal Arifin, pakar pemasaran online dari Asosiasi Pengusaha Kota Batu (APKB) selaku narasumber dalam paparannya menjelaskan, Online Marketing adalah upaya pemasaran produk atau jasa  melalui atau menggunakan media elektronik atau internet. 

Dia menyebut, kunci sukses bisnis online itu adalah kualitas produk, pelayanan, strategi promosi, dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan atau klien.

“Ketika peserta belum bisa web, awali dulu apa yang bisa, misal Facebook, oke lewat Facebook, You Tube atau mungkin lewat Tokopedia. Pelan-pelan dengan menggeluti online marketing nanti akan berkembang menuju mini web dan web yang simpel-simpel. Yang penting segera memulai dulu, berangkat dulu, nanti berkembang sendiri seiring waktu,” terangnya.(*)