Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Haris Susianto membuka sosialisasi kewirausahaan di Hotel Ilhami (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Haris Susianto membuka sosialisasi kewirausahaan di Hotel Ilhami (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus memberikan perhatiannya terhadap sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Tujuannya, agar wirausaha di Kabupaten Blitar semakin berkembang dan lebih berdaya saing.

Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab  Blitar menggelar sosialisasi kewirausahaan kepada alumni pelatihan kerja yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sosialisasi yang digelar di Hotel Ilhami, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Kamis (28/11/2019) diikuti 140 peserta terbagi dalam 7 kelompok yang mengikuti pelatihan kerja di tahun 2019. 7 kelompok itu terdiri dari 4 kelompok pelatihan kue dan 3 kelompok pelatihan tata boga.

“Tahun ini kami kembali menyelenggarakan pelatihan aneka kue dan tata boga yang bersumber dari DBHCHT. Nah, kali ini merupakan evaluasinya karena pelatihan sudah selesai.  Kita datangkan narasumber motivaror dan pakar pemasaran online, untuk melengkapi SDM mereka di bidang kewirausahaan,” ungkap Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Haris Susianto kepada awak media usai membuka acara sosialisasi, Kamis (28/11/2019).

Haris berharap sosialisasi tersebut mampu membuka pola pikir peserta untuk memantapkan diri terjun sebagai pengusaha dan lebih kreatif dalam memasarkan produknya. Ia yakin sektor wirausaha Kabupaten Blitar memiliki potensi yang bagus.

“Harapan kita, pelatihan yang kita gelar dapat menekan angka pengangguran. Angka pengangguran di Kabupaten Blitar itu kan masih lumayan banyak. Kita ingin masing-masing peserta dapat membuka usaha baru dan menciptakan lapangan kerja,” tukasnya.

Haris mengimbau kepada peserta untuk fokus menyerap materi yang dipaparkan. Kedepannya, wirausaha Kabupaten Blitar dituntuk untuk meningkatkan kualitas produknya dengan manajemen yang baik.

“Mulai dari aspek pemasaran dan produksi itu semua harus diperbaiki. Intinya bahwa di awal usaha mereka itu harus paham manajemen usaha dengan baik. Semoga pelatihan dan sosialisasi ini dapat mengantarkan mereka para peserta menjadi wirausahawan sukses,” tegasnya.

Di kesempatan ini Disnaker Kabupaten Blitar juga memberikan bantuan alat kerja kepada alumni peserta pelatihan tata boga dan aneka kue. Bantuan peralatan diserahkan di akhir sosialisasi. Terkait bantuan ini Haris mengimbau kepada peserta untuk memanfaatkannya dengan baik.

“Peralatan tidak boleh dipindahtangankan, harus dipergunakan, tidak boleh disimpan saja, karena sewaktu-waktu ada monitoring. Dan yang perlu diingat lagi, setelah pelatihan dan mendapatkan ilmu maka harus dipraktikkan,” tandasnya.

Lebih dalam Haris menyampaikan, pelatihan kerja yang bersumber dari DBHCHT rutin digelar oleh Disnaker setiap tahun. Dari pelatihan ini telah banyak lahir wirausahawan baru dan produk mereka sudah dikenal masyarakat.

”Yang berwirausaha sudah banyak yang menerima pesanan kue, baik dititipkan di toko-toko maupun dijual online, sehingga menambah penghasilan keluarga, mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran,” papar kepala dinas yang dikenal supel dan ramah.

Sementara itu, Ana Rosida, motivator dari Enggal Jaya selaku narasumber dalam paparannya mengajak peserta untuk tidak ragu memulai usaha. Menurut dia, setelah mengikuti pelatihan ini peserta harus mempunyai suatu keinginan memulai dan mengembangkan usahanya menjadi suatu wirausaha baru, mandiri dan sukses.

“Kunci untuk sukses itu resepnya kalau diurut itu yakni niat dulu, yakin, percaya diri, tetap semangat,” jelasnya.

Narasumber kedua, Zainal Arifin, pakar pemasaran online dari Kota Batu, dalam paparanya menjelaskan Online Marketing adalah upaya pemasaran produk atau jasa  melalui atau menggunakan media elektronik atau internet. Dia menyebut, kunci sukses bisnis online itu adalah kualitas produk, pelayanan, strategi promosi, dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan atau klien.

“Ketika peserta belum bisa web, awali dulu apa yang bisa, misal Facebook, oke lewat Facebook, You Tube atau mungkin lewat Tokopedia. Pelan-pelan dengan menggeluti online marketing nanti akan berkembang menuju mini web dan web yang simpel-simpel. Yang penting segera memulai dulu, berangkat dulu, nanti berkembang sendiri seiring waktu,” terangnya.(kmf)