Salah satu foto yang didapat SurabayaTIMES dari narasumber
Salah satu foto yang didapat SurabayaTIMES dari narasumber

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  pada tanggal 11 hingga 13 Desember mendatang berencara melakukan kunjungan ke Turki. Agendanya untuk menghadiri undangan dari Partai Pembangunan dan Keadilan (AK Party Women’s Wing), Republik Turki.

Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini diminta untuk berpartisipasi dalam forum internasional dengan tema ‘International Forum of Women in Local Governance’.  Forum ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Hak Perempuan di Turki dan rencananya akan dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Jika kunjungan tersebut terealisasi berarti selama tahun 2019 ini dia tercatat sudah melakukan perjalanan dinas luar negeri (PDLN) sebanyak sepuluh kali. Jumlah tersebut tertinggi sebagai kepala daerah di Indonesia.

Tahun 2019 ini misalnya dibandingkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saja. Keduanya belum mencapai hingga lima kali dalam melakukan PDLN.

Anies misalnya tercatat hanya tiga kali saja melakukan PDLN. Yaitu, pada 3 Mei 2019 ke Singapura, 20 Mei 2019 ke Jepang dan 8 Juli 2019 ke Kolombia serta Amerika.

Selain itu sebelumnya Risma baru saja melakukan PDLN. Pada 30 September 2019 dia melakukan PDLN ke Busan, Korea Selatan, Asia.

Selain soal seringnya Risma melakukan PDLN, yang menjadi rasan-rasan belakangan ini diketahui ketika PDLN Risma tak jarang mengajak turut serta keluarganya dalam agenda resmi tersebut. Namun belum diketahui kapasitasnya sebagai apa anggota keluarganya tersebut diajak dalam acara resmi dan menggunakan dana dari mana asalnya.

Salah satu saksi mata yang ikut rombongan ke Korea menyebut yang diajak bukan hanya satu anggota keluarga saja. "Anaknya yang cowok (Fuad) dan anaknya yang cewek (Tantri)," ujarnya tanpa mau disebutkan nama kepada SurabayaTIMES.

Di sana ketika itu Risma menerima gelar Doktor Honoris Causa oleh Tongmyong Univercity, Busan, Korea Selatan. Namun, oleh pihak Humas Pemkot Surabaya keikut sertaan Fuad Bernardi dan Tantri Gunarni ini ternyata disembunyikan alias tidak ditulis dalam press release yang disebar. Padahal keduanya mendampingi ibunya dalam menerima penghargaan tersebut.

Sumber lain yang tidak mau disebutkan namanya juga berkata sama. Bahwa dalam PDLN Risma tidak jarang mengajak serta kedua anaknya. "Silahkan saja cek media sosial anaknya," ujar sumber tersebut seraya memperlihatkan sebuah foto.

Media ini pun kemudian coba menelusuri akun media sosial dari Tantri Gunarni. Ternyata memang benar ada sebuah foto yang sama dan diupload menunjukkan sebuah lokasi di Prancis, Eropa. Ketika itu Risma didampingi kedua anaknya serta Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati. Sementara empat orang lain yang turut dalam foto tersebut belum diketahui identitasnya oleh media ini.

Media ini pun kemudian coba melakukan konfirmasi beberapa temuan ini ke Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. Namun untuk kesekian kalinya dia tidak membalas dan menghindar. Telepon serta pesan singkat yang dikirim media ini sama sekali tidak dia respon.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa turut memberikan komentar aktivitas PDLN Risma Ini. Lantaran surat izin sudah sampai di mejanya. Pihaknya pun mempelajari secara detail surat izin tersebut. Dalam surat izin itu diketahui bahwa, biaya kunjungan tersebut menggunakan APBD.

“Saya sudah membaca surat dan (kunjungan ke Turki) menggunakan APBD. Sementara saya membaca dari link berita katanya tidak pakai APBD. Maka saya menyampaikan jangan jangan salah ketik. Itu saja. Bisa direvisi kalau salah ketik,” kata Khofifah usai menghadiri ‘Rapat Koordinasi Provinsi Jatim Tahun 2019’ di Grand City, Jum’at (22/11/2019) lalu.