Bupati Malang Sanusi akan menginstruksikan OPD sebagai penanggungjawab penanganan stunting dengan skema orang tua asuh di kecamatan (Nana)
Bupati Malang Sanusi akan menginstruksikan OPD sebagai penanggungjawab penanganan stunting dengan skema orang tua asuh di kecamatan (Nana)

Bupati Malang Sanusi terus mencoba berbagai formulasi strategi dalam menuntaskan angka stunting di wilayahnya. Salah satunya, mendorong sinergitas seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang. 

Politisi PKB ini juga bersiap memberikan instruksi kepada seluruh OPD menjadi orang tua asuh kecamatan dalam mengatasi stunting. Orang tua asuh kecamatan dalam konteks yang diminta Sanusi itu adalah terkait adanya penanganan yang terpadu. 

Penanganan tersebut, bakal ter koordinasi dalam skema pemerintah yang memiliki jenjang atau hirarki komando yang jelas. Hal inilah yang nantinya akan segera dilaksanakan di tingkat kecamatan dalam menurunkan angka stuning di Kabupaten Malang secara serentak.

"Para kepala OPD nantinya jadi penanggungjawab dalam penanggulangan stunting di tingkat kecamatan. Sedangkan kepala puskesmas bertindak sebagai sekretaris dan camat sebagai bendahara," tuturnya. 

"Jadi, penanganan stunting benar-benar berjalan dan terpantau secara seksama dengan skema orang tua asuh di kecamatan ini," ucap Sanusi terkait skema strategis stunting di Kabupaten Malang yang diklaimnya saat ini telah menjadi 6 persen.

Dirinya juga menegaskan, bahwa dalam menerapkan strategi itu, terkait anggaran dipastikan aman atau telah dialokasikan. Yakni, di pos belanja Dinas Kesehatan sebagai leading sektornya. "Anggaran aman,  yang jelas tidak melebihi DPA (dokumen pelaksanaan anggaran)," ujarnya yang juga menyampaikan, dalam waktu dekat dirinya akan segera mengeluarkan surat tugas pada Satgas Khusus Penanganan Stunting.

"Segera saya keluarkan surat tugasnya. Ini agar target penurunan stunting bisa segera dilakukan di seluruh kecamatan dengan skema orang tua asuh ini. Harapan saya tahun 2020 sudah bisa nol stunting," imbuh Sanusi.

Persoalan stunting menjadi hantu beberapa tahun ini. Dimana secara ramai-ramai pemerintah pusat sampai daerah bergerak bersama untuk menurunkan dan mencegah angka stunting yang tergolong tinggi sampai saat ini dalam skala nasional.

Tahun 2017 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia. Yakni dengan angka mencapai 36,4 persen. Di tahun 2018, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angkanya terus menurun hingga 23,6 persen. Angka yang tentunya masih tinggi dengan standar minim WHO yang menetapkan angka stunting 20 persen.

Kondisi ini yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menginstruksikan seluruh kementerian dan kelembagaan untuk bergerak bersama.

Keberhasilan kerja lintas kementerian dan kelembagaan ini pula yang diturunkan ke tingkat daerah. Seperti yang diterapkan di Kabupaten Malang dengan pola pembentukan Satgas Khusus Penanganan Stunting dan skema orang tua asuh di kecamatan.

Pasalnya, ucap Sanusi, stunting dipicu dengan berbagai faktor. "Sehingga diperlukan kerja bersama yang tentunya terstruktur, terukur dan berhasil. Tak bisa Dinas Kesehatan saja yang tangani dengan faktor pemicu stunting misalnya dari masalah ekonomi keluarga atau lingkungan hidup," ujarnya.

Walaupun, lanjutnya, untuk anggaran penanganan stunting ada dan melekat di pos Dinas Kesehatan. Tapi saat melaksanakan giat penurunan dan pencegahan stunting dengan skema orang tua asuh, leading sektor atau penanggungjawabnya adalah OPD yang ditunjuk sesuai surat tugas Bupati Malang.

“Maka sekali lagi saya minta sinergitas atau kerjasama seluruh OPD nantinya. Dimana masing-masing OPD jadi leading sector, sehingga  bisa fokus mendata dan segera menindaklanjutinya,” tukas Sanusi.

Terkait kerangka acuan kerja atau teknisnya, Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Ratih Maharani menyatakan, pihaknya akan segera membuat kerangka acuan kerja bagi OPD. Sehingga, masing-masing OPD yang istilahnya akan menjadi bapak dan ibu asuh dalam pengentasan Stunting di kecamatan masing-masing, bisa lebih terarah dan fokus dalam penanganannya.

"Kita siapkan nantinya sehingga apa yang diharapkan oleh pak Bupati bisa dikerjakan dan berhasil dalam menurunkan angka stunting sesuai target yang ditetapkan," ucapnya.