Bupati Malang Sanusi (kiri) memberikan target 2020 wilayah pasar yang semrawut dan membuat macet arus lalu lintas sudah bisa diatasi. (Nana)
Bupati Malang Sanusi (kiri) memberikan target 2020 wilayah pasar yang semrawut dan membuat macet arus lalu lintas sudah bisa diatasi. (Nana)

Bupati Malang Sanusi memberikan target terkait penuntasan kemacetan di berbagai jalan raya di wilayahnya, khususnya di lokasi yang terdapat pasar daerah. Misalnya di Kecamatan Lawang, Singosari, dan Kepanjen.

Target itu adalah tahun 2020 datang, tak ada lagi kemacetan akut di berbagai wilayah pasar seperti saat ini. Sehingga arus lalu lintas pun tak lagi terganggu oleh kesemrawutan di berbagai pasar daerah yang ada.

"Kami target  tahun 2020 sudah tak ada lagi di wilayah pasar mengalami kemacetan. Nanti saya instruksikan dinas perhubungan bersama satpol PP untuk melakukan penataan di berbagai pasar daerah," ucap Sanusi saat menyikapi persoalan arus lalu lintas di Kabupaten Malang yang kerap mengalami kemacetan khususnya di lokasi yang berdiri pasar.

Penataan yang disebut Sanusi terkait keberadaan para pedagang yang terkadang memakai bahu sampai ruas jalan maupun sopir kendaraan yang kerap parkir juga di jalan raya. Hal inilah yang membuat kondisi pasar meluber dan masuk ke bahu sampai jalan raya, seperti yang terjadi di Pasar Lawang.

Inilah yang nantinya akan ditertibkan oleh dishub bersama satpol PP serta dicarikan tempat lainnya yang tidak akan mengganggu arus lalu lintas dan angkutan jalan.

Sanusi juga menyampaikan bahwa strategi teknis untuk mengurai kesemrawutan yang mengakibatkan kemacetan di jalan raya sudah dikantonginya. Bahkan pendataan dan penataan parkir di wilayah pasar di Kabupaten Malang pun dipersiapkan. "Sudah semuanya. Strategi itu nantinya akan diaplikasikan tahun 2020. Sehingga ini jadi target kami untuk itu," ujar politisi PKB ini.

Strategi penataan di wilayah pasar, khususnya di Lawang, sebenarnya telah lama dicanangkan oleh Pemkab Malang. Melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), skenario seperti yang diharapkan Sanusi pernah disampaikan kepada publik. Yakni dengan skenario revitalisasi Pasar Lawang dan pedagang kaki lima (PKL) untuk mendukung sektor perdagangan. 

Seperti pernah disampaikan Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, revitalisasi menjadi penting dengan kondisi pasar  tumpah sampai ke jalan raya yang termasuk jalur padat kendaraan. Juga adanya strategi terkait pengembangan pertokoan berupa penataan kawasan pertokoan dan pengembangan pusat perdagangan baru.

 Skenario lainnya, untuk membebaskan kesemrawutan dan kemacetan di seputar pasar, diperlukan  pengembangan dan penataan jalan arteri primer sebagai jalur utama di wilayah tersebut. Tak kalah penting adalah sinergitas di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang sendiri terkait persoalan semrawut dan ruwetnya penataan parkir. 

Tanpa adanya sinergitas antara dinas perindustrian dan perdagangan dengan dishub, maka persoalan itu akan terus terjadi. Sedangkan untuk mencari lahan baru pun tentunya tak segampang membalik tangan.

Ini memang jadi pekerjaan berat bagi Pemkab Malang yang memiliki target 2020 wilayah pasar sebagai penyumbang kemacetan di jalan raya sudah bisa teratasi. Dengan skenario revitalisasi dan pengembangan jalan arteri maupun adanya pusat perdagangan baru, tentunya butuh anggaran besar.

Maka, menurut Wahyu, yang perlu juga ditindaklanjuti adalah terkait produk dan pemanfaatan tata ruang. Pasalnya, inilah yang dianalisis menjadi akar permasalahan keruwetan dan kesemrawutan wilayah pasar, khususnya di Lawang.

Produk rencana tata ruang kurang memperhatikan aspek perencanaan serta pemanfaatan ruang kurang memperhatikan rencana tata ruang. "Maka skenario pengendalian tata ruang bisa juga dipraktjkkan. Baik melalui penetapan peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, pengenaan sanksi dan peran serta masyarakat. Ini yang nantinya bisa jadi solusi mengurai persoalan kemacetan di Lawang pada khususnya," ucap Wahyu.