Wali Kota Bengkulu H Helmi Hasan bersama Bupati Jember dr Faida MMR saat penandatanganan kerja sama. (foto : izza / Jatim TIMES)
Wali Kota Bengkulu H Helmi Hasan bersama Bupati Jember dr Faida MMR saat penandatanganan kerja sama. (foto : izza / Jatim TIMES)

Di tengah perhelatan Festival HAM Internasional 2019, Pemerintah Kabupaten Jember dan Pemerintah Kota Bengkulu menjalin kerja sama. Kerja sama yang dibangun kedua pemerintah daerah ini tentang pendayagunaan potensi daerah dalam meningkatkan masyarakat yang religius.

“Sekarang sudah tidak zamannya studi banding, tetapi best practice. Jika cocok dengan kondisi kita, maka apa salahnya saling meniru. Dalam kerja sama ini nantinya, antara dinas kedua pemda dengan beberapa programnya akan menggunakan sistem ATM, yaitu amati, tiru, dan modifikasi. Kami akan saling berbagi antara dinas dan best practice-nya yang kami ATM,” ujar Bupati Jember dr Faida MMR saat bertemu dengan Wali Kota Bengkulu H Helmi Hasan untuk menandatangani nota kerja sama itu di ruang lobi bupati Jember.

Pemkot Bengkulu ingin belajar cara memberi apresiasi kepada para hafid dan hafidah dalam bidang keagamaan. “Beliau (wali kota Bengkulu, red) spiritnya bagaimana  membuat masyarakat ke arah yang religius, apa pun agamanya. Maka saya juga belajar best practice yang ada di Bengkulu,” kata bupati.

Di Jember sendiri, agama Islam bukan kriteria penerima program beasiswa. Ada 10.118 mahasiswa se-Kabupaten Jember yang kuliah di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta, mendapat beasiswa.

Mayoritas penerima beasiswa adalah duafa. Ada juga yang berprestasi, baik prestasi akademik, olahraga, seni dan budaya, serta prestasi Alquran. “Jadi, ini bukan suatu hal yang rasis dan melanggar hak asasi karena tidak menutup agama apa pun untuk mendapatkan akses program,” tegas Faida.

Bupati menyatakan, target bersama dalam kerja sama ini berupa beberapa program non-fisik, yaitu program bikin senang masyarakat. “Bukan sekadar bangun jalan dan gedung, tapi bagaimana membangun karakter manusianya,” katanya. “Bukan hanya ilmunya, tetapi bagaimana bisa mengisi hidup dengan nilai-nilai yang tepat dan bisa lebih bersyukur dan bahagia,” imbuh Faida.

Hal itu di antaranya cara menghindari banyaknya perceraian. Juga cara Pemkot Bengkulu membina masyarakat dengan program pembinaan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah bagi mereka yang belum menikah.

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan menyatakan, dalam kerja sama ini, berbagi  program dalam memberikan kepedulian, kebahagiaan, dan menghidupkan suasana religius. “Kerja sama ini bukan hanya sekadar tulisan ditandatangani, tetapi komitmen berjuang bersama membagikan kebahagiaan di tengah masyarakat Bengkulu dan Jember,” ungkapnya.

Helmi Hasan menyampaikan, bukan hanya pembangunan fisik suatu daerah yang penting. Tetapi yang terpenting adalah menghidupkan agama di tengah masyarakat. “Kunci kebahagiaan manusia adalah agama,” katanya.

Menurut Helmi, dalam kerja sama ini, telah disepakati untuk saling menguatkan, berkolaborasi dan bersinergi dalam setiap program unggulan. Seperti program unggulan yang dimiliki Bengkulu. Yakni setiap warga Bengkulu yang ingin menikah pada hari Sabtu dan Minggu bisa menggunakan mobil dinas wali kota berupa Alphard dan Fortuner.

“Ini sederhana, tetapi masyarakat merasakan bahwa kesannya pemerintah hadir di tengah masyarakat. Juga adanya program anak yatim yang tidak boleh tidak punya bapak, maka wali kota Bengkulu  sampai ke pejabat eselon empat mengadopsi anak yatim,” kata Helmi.