Bupati Malang Sanusi setelah menerima penghargaan Swasti Saba Wiwerda sebagai Kabupaten Sehat (Humas for MalangTimes)
Bupati Malang Sanusi setelah menerima penghargaan Swasti Saba Wiwerda sebagai Kabupaten Sehat (Humas for MalangTimes)

Kabupaten Malang kembali meraih penghargaan di bidang kesehatan dari pemerintah pusat, setelah beberapa waktu lalu menempatkan Bupati Malang Sanusi sebagai Individu Berjasa dalam pembangunan kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

Kini, hanya butuh waktu beberapa pekan, Kabupaten Malang kembali diganjar penghargaan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri sebagai Kabupaten Sehat tahujln 2019.

Anugerah Swasti Saba Wiwerda pun disematkan ke Kabupaten Malang, setelah gelar Swasti Saba Padapa terlebih dahulu disabet tahun 2013 lalu. 

Berbagai penghargaan yang secara langsung diterima oleh Sanusi itu pun, membuat asa masyarakat Kabupaten Malang, khususnya terkait sektor kesehatan, semakin tinggi. 

Baik dalam konteks pelayanan, jaminan, kesetaraan kesehatan sampai pada persoalan pangan dan gizi masyarakat.

Hal itu pula yang disadari Sanusi, bahwa anugerah tertinggi Swasti Saba Wiwerda sebagai Kabupaten Sehat yang diterimanya di ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri di Jakarta, Selasa (19/11/2019) bukan sekadar sebuah piala belaka.

"Ada tanggungjawab lebih besar ke depannya untuk memajukan sektor kesehatan di Kabupaten Malang. Khususnya, bagaimana anugerah Kabupaten Sehat ini tahun depan lebih baik lagi. Masyarakat pun tentunya akan terus menilai kinerja kita semua," ucap Sanusi.

Politisi PKB ini pun memahami bahwa masih banyak pekerjaan rumahnya di sektor kesehatan dengan masa jabatan sebagai bupati Malang berakhir di awal 2021 datang. 

Selain stunting, penyakit tidak menular mematikan, infrastruktur kesehatan yang terus membutuhkan dukungan anggaran besar, sampai pada pelayanan dan ketahanan pangan dan gizi.

Masih belum tuntas dan ditunggu masyarakat Kabupaten Malang sampai saat ini.

Hal itu pula yang membuatnya menyampaikan, bahwa berbagai penghargaan di sektor kesehatan yang diterimanya bukan sebuah akhir dari upaya terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di kebutuhan dasar ini.

"Penghargaan ini cambuk bagi kita semua untuk terus berjuang ke depannya lebih baik. Tentunya juga ini (penghargaan, red) bisa diraih karena kerja bersama juga. Sehingga Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Sehat 2019," ujarnya.

Anugerah tertinggi Swasti Saba Wiwerda sebagai Kabupaten Sehat, adalah tonggak, lanjut Sanusi.

Kini tonggak itu telah berdiri dan tentunya wajib untuk terus ditingkatkan sesuai dengan asa tinggi masyarakat Kabupaten Malang.

"Butuh kerja keras lagi untuk itu. Tapi, kita telah buktikan kita bisa sampai saat ini di tingkatan pembinaan atau wiwerda sebagai Kabupaten Sehat," ujar Sanusi.

Seperti diketahui, untuk menjadi Kabupaten Sehat, dilalui dengan seleksi ketat oleh tim penilai dari pemerintah pusat. 

Dari seleksi bedah dokumen, verifikasi lapangan, sampai penetapan hasil, dilalui secara objektif oleh tim.

Seleksi ketat ini pula yang membuat penganugerahaan Kabupaten Sehat dilakukan dua tahun sekali. 

Dengan tiga tingkatan yang akan dilalui oleh seluruh daerah di Indonesia, yaitu Swasti Saba yaitu tingkat pemantapan (Padapa), pembinaan (Wiwerda), dan pengembangan (Wistara).

Untuk mencapai tingkat wiwerda yang kini diraih Kabupaten Malang, diperlukan pemenuhan empat tatanan dalam sektor kesehatan. 

Pertama, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan sarana prasarana yang sehat, yang merupakan dua tatanan wajib. 

Termasuk dua tatanan lagi yakni ketahanan pangan dan gizi dan kehidupan sosial yang sehat.

Hal ini dibenarkan oleh Sanusi yang menyampaikan, ada sembilan tatanan penilaian untuk mencapai tingkat tertinggi dalam penganugerahan Kabupaten Sehat. 

"Ada sembilan tatanan, tapi tahun ini kita baru 4 yang terpenuhi. Di tahun lalu dua tatanan, jadi ada kemajuan yang kita raih sampai tahun 2019 ini," ucapnya.

Ini pula, lanjutnya, yang membuat Pemkab Malang terus juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu mewujudkan kesehatan yang lebih baik lagi ke depannya.

Sembilan tatanan penilaian dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri itu adalah kawasan pemukiman sehat, kawasan sarana tertib lalu lintas dan pelayanan transpotasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pertambangan sehat, kawasan hutan sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, dan kehidupan sosial yang sehat.