Agus Setiawan, Tokoh muda Lumajang yang selalu intens memberikan kritik untuk pembangunan Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Agus Setiawan, Tokoh muda Lumajang yang selalu intens memberikan kritik untuk pembangunan Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ramainya perbincangan soal target PAD Pasir yang masih belum sesuai harapan, mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk dari tokoh muda Lumajang Agus Setiawan.

Pria yang dikenal cukup kritis terhadap pembangunan Kabupaten Lumajang ini, menilai wacana penutupan tambang tidak tepat karena akan berpengaruh terhadap perekonomian Lumajang secara keseluruhan terutama berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lumajang atau pertumbuhan ekonomi Lumajang.

"Semua daerah di Indonesia pasti memaksimalkan potensi daerahnya untuk kemakmuran rakyatnya. Ini juga yang sedang dilakukan Lumajang selama ini. Bahwa belum dicapai secara maksimal, mungkin memang perlu proses dan butuh waktu untuk merumuskan kebijakan yang tepat," kata Agus Setiawan kepada media ini.

Oleh karena itu Agus Setiawan mendukung, agar berbagai masukan harus dikaji lebih detil, sehingga begitu diterapkan akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk pembangunan Kabupaten Lumajang.

"Pak Bupati saya kira sedang berusaha agar PAD dari sektor ini bisa dicapai. Target yang besar itu bagus, bahwa kemudian tidak tercapai, jangan rubah targetnya, tapi cari caranya untuk mencapai target itu. Saya setuju dengan target besar yang ditetapkan Bupati Lumajang, agar memantik kerja keras ditingkat aparatur pelaksana dibawah," tegas Agus Setiawan.

Usahawan muda asal Lumajang ini menilai, mungkin sekarang tidak dicapai, bisa jadi tahun depan target itu akan dipenuhi.

"Yang terlibat kan banyak disini, bukan hanya Pemkab sebagai pemegang kebijakan, para penambang juga menjadi unsur penting yang menentukan besaran capaian PAD. Kalau mereka masih nakal, kan susah. Inilah yang haru dipecahkan bersama," papar Agus Setiawan yang juga pemIlik Biting Mega Wisata (BMW) Kutorenon Lumajang. 

Agus Setiawan setuju, jika DPRD dan penambang, termasuk Pemkab duduk satu meja untuk membicarakan hal ini, agar mampu menekan kebocoran PAD.