Bupati Malang HM Sanusi (tegah baju coklat) saat ditemui awak media disela agenda peresmian E-Transaksi di Kantor Perumda Tirta Kanjuruhan beberapa waktu lalu (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (tegah baju coklat) saat ditemui awak media disela agenda peresmian E-Transaksi di Kantor Perumda Tirta Kanjuruhan beberapa waktu lalu (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Gebrakan Perumda Tirta Kanjuruhan, terkait penerapan pelayanan dan pembayaran berbasis Elektronik Transaksi (E-Transaksi) menuai banyak tanggapan posistif dari para pejabat pemerintahan. 

Bahkan, Bupati Malang HM Sanusi, mengaku sangat mengapresiasi gagasan yang dilakukan oleh instansi yang dipimpin oleh Syamsul Hadi tersebut.

”Ke depan semua yang menyangkut transaksi keuangan, diharapkan dapat dilakukan secara elektronik (E-Transaksi),” kata Bupati Malang HM Sanusi.

Langkah penerapan E-Transaksi di seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) ini, diambil Sanusi guna meminimalisir praktik pungli. 

”Saya sudah koordinasi dengan Kapolres Malang. Hasilnya, praktik pungli ini bisa terjadi karena tiga hal. Pertama mental yang memang bobrok dan perlu dibenahi, kedua karena ada kesempatan, dan ketiga karena lemahnya pengawasan,” terang Sanusi.

Dengan diterapkannya E-Transaksi, lanjut Sanusi, maka transaksi keuangan yang biasanya dilakukan secara face to face (bertatap muka/ketemu langsung), dapat dihilangkan.

Menurutnya, jika tidak ada transaksi dengan cara semacam itu (face to face), maka pihak penerima dana dari pembayar dipastikan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan pungli.

”Sistem elektronik ini juga memudahkan fungsi kontroling, sehingga pengawasan bisa berjalan maksimal dan pemberantasan pungli dapat semakin ditegakkan,” sambung salah satu kader partai PKB tersebut.

Pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini menambahkan, selain bisa meminimalisir praktik pungli. 

Dengan adanya E-Transaksi juga bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang, serta kesejahteraan masyarakat.

”Salah satu upaya mengoptimalkan PAD bisa ditempuh melalui E-Transaksi. Bahkan masyarakat juga akan mendapatkan kemudahan pelayanan, berkat adanya E-Transaksi,” imbuhnya.

Selain mengoptimalkan pendapatan PAD, Sanusi juga beranggapan jika dengan adanya E-Transaksi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang. 

”Jika semua transaksi bisa diakses secara elektronik, maka dapat meminimalisir cost (biaya) yang dikeluarkan masyarakat. Sebab tidak perlu datang ke kantor untuk membayar tanggungan pelanggan, semua sudah bisa diakses melalui elektronik,” ujar pria asal Kecamatan Gondanglegi ini.

Menanggapi gagasan yang hendak diusung pejabat Pemerintah nomor satu di Kabupaten Malang ini. 

Beberapa waktu lalu, Perumda Tirta Kanjuruhan sudah menerapkan transaksi pembayaran melalui elektronik.

Transaksi pembayaran yang bisa diakses melalui internet ini, disebut dengan aplikasi E-Transaksi SIPIKA (Sistem Informasi Pelayanan Integrasi UntuK Anda). 

”Melalui aplikasi tersebut, berbagai pelayanan bisa dilakukan secara elektronik. Mulai dari sambungan rumah baru, pembayaran rekening air, buka kembali, pindah meter, ganti meter karena hilang / rusak, ganti stop kran, balik nama, hingga tangki air semua bisa diakses melalui aplikasi SIPIKA,” terang Dirut (Direktur Utama) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi.

Aplikasi SIPIKA ini, lanjut Syamsul, dapat diunduh secara geratis melalui smartphone android.

Caranya hanya tinggal menginstal melalui play store. Yakni tinggal menulis SIPIKA pada kolom pencarian, maka setiap user akan bisa langsung mengunduhnya.

”Bagi pelanggan yang ingin melakukan pembayaran tagihan, maka tinggal verifikasi melalui aplikasi SIPIKA setelah itu hanya perlu membayar melalui bank maupun pembayaran online,” terang Syamsul.

Sebagai penunjang, lanjut Syamsul, sudah ada sedikitnya 6 bank termasuk kantor pos yang sudah bekerjasama dengan Perumda Tirta Kanjuruhan. 

Selain itu, para pelanggan juga bisa melakukan pembayaran melalui sarana pembayaran online. Diantaranya melalui Buka Lapak, Shopee, Bli Bli, dan lain sebagainya. 

”Dengan kemudahan semacam ini, pelanggan tidak perlu datang ke kantor untuk melakukan pembayaran. Sebab semua bisa diakses melalui smartphone,” ungkap Syamsul.